Iga Sapi dalam Kuliner Nusantara: Sajian Ikonik dari Berbagai Daerah!

Rabu 04-02-2026,10:03 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM - Dari Sabang hingga Merauke, iga sapi telah mengakar kuat dalam kekayaan kuliner Nusantara, dengan setiap daerah menyajikan interpretasi unik yang mencerminkan cita rasa lokal dan keahlian memasak khas masyarakat setempat. Tak lagi hanya dikenal sebagai hidangan barat yang mewah, iga sapi kini telah menjadi sajian ikonik yang memperkaya khazanah makanan Indonesia, dengan variasi rasa yang tak terbatas dan cerita budaya yang mendalam di balik setiap porsinya.

 

Di Sumatera Barat, iga sapi dikenal dengan nama "Iga Bakar Padang" yang menghadirkan kombinasi bumbu khas Minangkabau yang kaya dan kompleks. Bumbunya dibuat dari campuran cabai merah, bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, jahe, dan lengkuas yang diulek halus, kemudian dioleskan merata pada iga sapi sebelum dipanggang di atas bara api kelapa. Hasilnya adalah iga sapi dengan aroma harum khas bumbu padang, rasa yang gurih dengan sentuhan pedas dan sedikit manis yang membuat lidah bergoyang. Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi hangat, sambal lado mudo, dan lalapan segar seperti mentimun, kemangi, dan daun singkong.

 

Pindah ke Jawa Barat, muncul "Iga Penyet Bandung" yang menjadi favorit banyak orang karena teksturnya yang unik dan rasa yang kuat. Proses memasaknya cukup menarik – iga sapi pertama kali direbus hingga sangat empuk dengan bumbu dasar seperti lengkuas, serai, dan daun salam, kemudian digoreng hingga kecokelatan sebelum ditekan atau "disenyet" menggunakan cobek dan ulekan bersama bumbu cabe rawit, bawang merah goreng, terasi bakar, dan garam. Tekstur daging yang lembut berpadu dengan bumbu pedas yang meresap membuat hidangan ini cocok dinikmati bersama nasi hangat dan tahu tempe bacem.

 

Di Yogyakarta, "Iga Bakar Klaten" menawarkan sentuhan berbeda dengan menggunakan bumbu yang lebih manis dan aromatik. Bumbunya mengandung gula jawa yang memberikan warna kecokelatan alami dan rasa manis yang seimbang dengan gurihnya daging sapi. Selain itu, ditambahkan juga bumbu kunyit, kemiri, dan daun jeruk yang memberikan aroma khas yang menggoda. Iga sapi ini biasanya dipanggang dengan menggunakan arang kelapa sehingga menghasilkan rasa asap yang khas dan membuat hidangan semakin istimewa.

 

Ke arah Kalimantan Selatan, "Iga Sapi Rica-Rica Banjar" menghadirkan sensasi pedas yang khas dengan menggunakan banyak cabai merah dan cabai rawit, yang dicampur dengan bawang merah, bawang putih, jahe, dan kemangi. Bumbu rica-rica yang segar dioleskan pada iga sapi yang telah dipotong kecil-kecil, kemudian dimasak dengan api kecil hingga bumbu meresap sempurna. Hidangan ini sering disajikan bersama nasi putih dan lalapan daun pepaya muda yang memberikan kesegaran ekstra.

 

Di Bengkulu sendiri, iga sapi memiliki variasi khas dengan penambahan bumbu kunyit, jeruk nipis, dan cabai rawit lokal yang memberikan rasa segar dan pedas yang khas daerah. Banyak rumah makan lokal yang menyajikan "Iga Bakar Bengkulu" dengan cara dipanggang di atas bara api hingga kulitnya renyah dan dagingnya empuk, seringkali disajikan dengan sambal matah dan nasi bakar.

 

Keberagaman penyajian iga sapi di seluruh Nusantara menunjukkan betapa kaya dan adaptif kuliner Indonesia. Setiap variasi bukan hanya sekadar perbedaan rasa, tetapi juga cerminan dari budaya, tradisi, dan kebiasaan masyarakat lokal dalam mengolah bahan makanan. Hidangan ini telah menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai daerah, membuktikan bahwa iga sapi bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner bangsa.

Tags :
Kategori :

Terkait