Petani Mukomuko Keluhkan Sulit Mencari Tukang Tanam Padi

Petani Mukomuko Keluhkan Sulit Mencari Tukang Tanam Padi

Petani Keluhkan Sulit Cari Tukang Tanam Padi--

 

RADARMUKOMUKO.COM – Hingga penghujung Juli 2026, sebagian petani Daerah Irigasi (DI) Manjuto Kiri, khususnya di wilayah Kecamatan Lubuk Pinang, belum tanam padi. Berdasarkan informasi lapangan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pergerakan petani sedikit lambat.

Salah satu faktornya, sulit mencari jasa tanam padi yang biasanya memanfaatkan Kelompok Wanita Tani (KWT). Sebab petani berlomba-lomba tanam padi guna menghadapi pengeringan irigasi DI Kiri yang informasinya bakal dilakukan pada September mendatang.

Afriandi, salah seorang petani mengatakan, tanam serentak yang kerap digalakkan pemerintah sebenarnya masih sulit terwujud. Masa tanam tidak bisa serentak, karena banyak faktor penyababnya hingga proses tanam bahkan memakan waktu sampai lebih dari satu bulan baru tuntas.

Artinya selisih umur padi satu petani dengan petani lain cukup jauh. Beberapa faktor penyebab, diantaranya keterbatasan Alsintan. Dimana jumlah Alsintan yang ada masih terbatas, dampaknya harus bergiliran untuk membajak sawah petani. 

“Sampai saat ini, rasanya baru sebagian petani yang sudah tanam di wilayah Kecamatan Lubuk Pinang. Sedangkan sebagian lagi masih olah tanah untuk persiapan tanam karena dari awal kita giliran untuk membajak sawah akibat mesin terbatas“sampainya.

BACA JUGA:Mukomuko Hattrick Juara Lomdeskel Tingkat Provinsi Bengkulu

BACA JUGA:Gedung Kopdes Merah Puti Mulai Diisi, Disperindag Belum Tahu

Lanjutnya, keterbatasan Alsintan alat bajak yang terbatas, mesin panen juga terbatas. Bahkan terkadang jadwal panen terpaksa diundur sampai satu minggu karena mesin panen masih bekerja sawah lain. Berkenaan dengan jadwal tanam, tak jarang petani juga kewalahan mencari tukang tanam, yaitu KWT. Seperti di musim kali ini, benih miliknya bahkan bisa tanam umur 25 hari setelah semai. Padahal seyogyanya benih bisa sudah bisa ditanam pada usia minimal 14 hari pasca semai. Tapi karena jadwal tukang tanam penuh, terpaksa harus menunggu tiba giliran masing-masing. 

“Sekarang juga sulit mencari tukang tanam apalagi jika tidak punya langganan, karena jadwal mereka sudah penuh sampai satu bulan. Bahkan upah tanam juga sudah naik,”sambungnya.

Senada disampaikan petani lain Safriyadi, ia juga merasa cukup kewalahan mencari tukang tanam pada musim kali ini. Benihnya juga baru bisa tanam setelah umur 20 hari pasca semai. Adapun penyebabnya karena jadwal para tukang tanam penuh, petani berlomba-lomba cepat tanam guna menghadapi pengeringan irigasi yang informasinya akan dilakukan awal September mendatang. 

“Memang mencari tukang tanam sekarang agak sulit, karena jadwal mereka mayoritas sudah penuh. Jika pun ada, paling tidak menunggu hingga satu minggu baru bisa mereka menanam padi ke sawah kita,”pungkasnya.*

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: