WFH Berdampak Terhadap Pelaku UMKM, Kantin Perkantoran Sepi Hingga Banyak Yang Tutup
Kantin-amris-radar mukomuko
RADARMUKOMUKO.COM - Work from home (WFH) atau kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) tentu bertujuan untuk hemat energi.
Namun kebijakan ini berdampak pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kantin di perkantoran maupun pedagang lain yang biasa manggkal di sekitar Pemda Kabupaten Mukomuko.
Sejumlah kantin yang selama ini bergantung pada pembeli dari kalangan ASN terpaksa menghentikan operasional karena minimnya pengunjung.
Pantauan di beberapa titik perkantoran pada Jumat, 17 April 2026 menunjukkan banyak kantin tutup.
Salah seorang pengusaha kantin mengaku tetap membuka kantinnya meskipun pembeli jauh berkurang.
Ia menyebut, kondisi saat ini sangat berbeda dibanding hari kerja normal sebelum kebijakan WFH diberlakukan.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Disepakati Rp 3.463 per kilogram, Bagaimana Harga di Pabrik di Mukomuko?
BACA JUGA:Dinas PUPR Masih Persiapan Pelaksanaan Proyek Fisik di Mukomuko
Pendapatan harian turun tajam karena mengandalkan pelanggan tetap dari kalangan pegawai kantor.
Meski tetap berjualan, hasil yang didapat tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
"WFH berimbas langsung pada kami pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perkantoran. Kantin sekolah juga sama, sejak MBG sepi pembeli," tutupnya.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: