Masyarakat Diminta Tidak Membeli Elpiji 3 Kg Dalam Jumlah Banyak

Masyarakat Diminta Tidak Membeli Elpiji 3 Kg Dalam Jumlah Banyak

gas mahal dan langka-istimewa-

 

RADARMUKOMUKO.COM - Ditengah isu krisis energi, tidak dipungkiri membuat sebagian orang merasa panik, sehingga mengambil keputusan yang kadang bisa berdampak luas. Salah satunya adanya isu warga sengaja membeli gas dalam jumlah banyak untuk stok jika benar-benar terjadi kelangkaan seperti isu yang beredar.

Terkait hal ini, pemerintah Kabupaten Mukomuko mengingatkan masyarakat agar tidak membeli gas elpiji 3 kilogram bersubsidi secara berlebihan. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Mukomuko, Safriadi, SH menegaskan, kelangkaan yang terjadi di lapangan bukan disebabkan gangguan distribusi, melainkan pola konsumsi masyarakat yang tidak terkendali.

"Distribusi elpiji 3 kilogram di Mukomuko sampai sekarang berjalan lancar, tidak ada masalah. Stok dari agen ke pangkalan tetap disalurkan sesuai jadwal," ujarnya.

BACA JUGA:ASN Resmi Terapkan Kerja Dari Rumah, Berikut Ketentuannya

BACA JUGA:Pertama Masuk Sekolah Pasca Libur SMPN 22 Mukomuko Langsung KBM

Menurutnya, kondisi menjadi tidak seimbang ketika ada masyarakat yang membeli dalam jumlah banyak sekaligus. Dampaknya, pasokan yang seharusnya cukup untuk banyak rumah tangga menjadi cepat habis di tingkat pangkalan maupun pengecer.

Ia menegaskan bahwa elpiji 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, pembelian harus disesuaikan dengan kebutuhan, bukan untuk ditimbun.

"Kalau satu orang beli banyak, otomatis yang lain tidak kebagian. Ini yang memicu kesan langka, padahal distribusi normal," katanya.

Safriadi juga mengingatkan agar pelaku usaha yang tidak berhak tidak menggunakan elpiji subsidi. Penggunaan di luar peruntukan akan memperbesar tekanan terhadap ketersediaan gas bagi masyarakat yang memang berhak.

Pemerintah daerah melalui Disperindagkop dan UKM akan terus melakukan pengawasan di lapangan, termasuk memantau pangkalan dan jalur distribusi untuk memastikan tidak terjadi penyelewengan.

BACA JUGA:Terdampak Longsor, Bangunan Rawat Inap Puksesmas Lubuk Pinang Terancam Terjun ke Jurang

BACA JUGA:Bukan Janji, MIN 07 Mukomuko Buktikan Prestasi di Semarak Ramadhan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: