Rempah-Rempah Yang Menjadi Alasan Indonesia Dijajah, Harganya Mahal dan Banyak Manfaat

Rempah-Rempah Yang Menjadi Alasan Indonesia Dijajah, Harganya Mahal dan Banyak Manfaat

Rempah-Rempah Yang Menjadi Alasan Indonesia Dijajah, Harganya Mahal dan Banyak Manfaat--

RADARMUKOMUKO.COM - Ada beberapa bangsa-bangsa yang pernah jajah Indonesia yaitu, potugis, spanyol, prancing, inggris, belanda hingga jepang.

Alasan awal mereka datang ke Indonesia adalah mencari rempah-rempah, terus untuk apa dan rempah-rempah yang mana saja banyak dicara bangsa asing di Indonesia, baik masa penjajahan maupun era perdagangan bebas saat ini?. 

Berikut ini beberapa jenis rempah asli Indonesia dikutib dari berbagai sumber, salah satunya indonesia.go.id:

Lada

Tanaman Lada atau Piper Nigrum Linn, salah satu yang banyak diminati bangsa Eropa di Indoensia. Lada merupakan rempah-rempah berbentuk bulat-bulat kecil dan keras. Lada bisa dikeringkan hingga tahan sangat lama atau juga bisa ditumbuk untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Lada sebenarnya berasal dari daerah Ghat Barat, India. Menurut para ahli sejarah, diperkirakan pada 110-600 SM koloni Hindu yang datang ke Jawa membawa bibit lada. 

Di indonesia, lada banyak tersebar di DI Aceh, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, dan DI Yogyakarta. 

Cengkeh

Cengkeh juga merupakan rempah tanaman asli Indonesia yakni dari kepulauan Maluku, Ternate dan Tidore. Bahkan cengkeh sempat menjadi rempah yang paling mahal di Eropa yakni di masa awal ekspansi Portugis ke Maluku. 

Cengkeh tersebar di daerah Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Maluku, NTT, Papua, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatra Selatan, dan DI Yogyakarta.

Kayu Manis

Rempah yang memiliki aroma harum dan rasanya yang khas membuat kayu manis biasa digunakan sebagai pelengkap pada kue atau pada minuman. Selain itu, kayu manis juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Daerah persebarannya banyak terdapat di Jambi, Sumatra Barat, dan DI Yogyakarta. Pada 2016, nilai ekspornya berada di urutan kedua di bawah lada dengan nilai USD44,8 juta.

Pala

Buah pala, selain berfungsi sebagai rempah-rempah, pala juga menjadi komoditas penghasil minyak atsiri. Adaun pala merupakan tanaman khas Banda dan Maluku.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: