Letnan Komarudin Pejuang Kebal Peluru, Perintah Serangan 1 Tapi Dilakukan 28 Februari

Letnan Komarudin Pejuang Kebal Peluru, Perintah Serangan 1 Tapi Dilakukan 28 Februari--
RADARMUKOMUKO.COM - Bagi generasi 80-an hingga 90-an mungkin masih ingat dengan film perjuangan yang berjudul "Janur Kuning".
Salah satu tokoh yang banyak disebut dan digemari dalam film ini adalah sosok Letnan Kamarudin diperankan oleh aktor Amak Baldjun.
Dalam film tersebut, saat adegan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke Yogyakarta, tanpa mengenal rasa takut tertembus peluru Letnan Kamarudin terus maju memburu serdadu-serdadu Belanda yang melakukan gerakan mundur seraya menembakan senjata-senjata mereka ke arah gerilyawan TNI berbaret hitam tersebut.
BACA JUGA:BRI Dukung Purwokerto Half Marathon 2025: Dorong Sport Tourism dan Pemberdayaan UMKM Lokal
BACA JUGA:Samsung Galaxy M Series Murah! Ini Dia 5 Rekomendasi Terbaiknya Edisi Mei 2025
Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, Letnan Komarudin memiliki nama asli Eli Yakim Teniwut lahir di Desa Ohoidertutu, Kecamatan Kei Kecil Barat, Maluku Tenggara.
Ia merupakan cucu seorang ulama berpengaruh di Sleman bernama Kiai Abdur Rahman atau biasa dikenal sebagai Mbah Tanjung.
Tak hanya itu, Letnan Komarudin bahkan diyakini menjadi keturunan dari Banteng Wareng yang merupakan panglima pasukan Pangeran Diponegoro. Dengan silsilah itu, tak heran jika Letnan Komarudin memiliki kemampuan yang luar biasa.
Letnan Kamarudin adalah salah satu pelaku dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berada di bawah komandan peleton di SWK 101, Brigade X pimpinan Mayor Sardjono.
BACA JUGA:6 Fitur Terbaru iPhone 17 yang Akan Mengubah Cara Anda Menggunakan Ponsel
BACA JUGA:Benarkah Kunyit bisa Menyebabkan Gagal Ginjal? Ini Faktanya!
Ia dikenal karena kesalahan mengingat tanggal serangan dan membuka tembakan pada tanggal 28 Februari. Akibatnya ia mengacaukan jadwal serangan, tetapi di sisi lain juga membuat Belanda lengah karena mengira itulah serangan besar yang santer akan terjadi.
Melansir dari beritabeta.com, Letnan Komarudin dalam tepukan tangan Panglima Besar Soedirman. Kepada Letnan Komarudin, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas Peristiwa 28 Februari 1949 yang membawa hikmah bagi Serangan Umum 1 Maret 1949 (Sumber : Merdeka Tanahku, Merdeka Negeriku Jilid : 4/Repro)
Sebelum bergabung dengan Soeharto, usai dari PETA, Komaruddin memang pernah bergabung dengan Lasykar Hizbullah setempat. Banyak kawan-kawannya mengenal Komarudin sebagai sosok yang jenaka, selon, pemberani namun sedikit agak sentimentil jika disentuh sisi-sisi kemanusiannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: