Seorang Musafir Sedang Puasa Pergi Ke Negara Lain Waktunya pun Berbeda, Berbukanya Ikut Waktu Mana?

Seorang Musafir Sedang Puasa Pergi Ke Negara Lain Waktunya pun Berbeda, Berbukanya Ikut Waktu Mana?

Seorang Musafir Sedang Puasa Pergi Ke Negara Lain Waktunya pun Berbeda, Berbukanya Ikut Waktu Mana?-Ilustrasi-Berbagai Sumber

RADARMUKOMUKO.COM - Ramadhan, bulan yang penuh berkah, mengajak kita untuk merenung dan bersabar dalam setiap ujian. 

Bagi para musafir yang menjalankan ibadah puasa, perjalanan lintas zona waktu menjadi sebuah refleksi tentang bagaimana waktu dan ruang dapat mempengaruhi praktik keagamaan kita.

Dalam konteks perjalanan, kita diajak untuk memahami bahwa waktu bukan hanya sekedar angka yang tertera di jam tangan, melainkan sebuah fenomena alam yang dinamis dan terus berubah. 

Ketika kita terbang melintasi langit biru, menembus awan dan menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari ketinggian, kita menjadi saksi bagaimana cakrawala memisahkan siang dan malam dengan cara yang berbeda-beda tergantung pada posisi kita di bumi.

BACA JUGA:Review Film ROAD HOUSE yang Diperankan Conor McGregor dan Jake Gyllenhaal

BACA JUGA:5 Jenis Makanan Sahur Dijamin Bakal Kenyang Selama Berpuasa

Seorang penumpang yang berpuasa mungkin bertanya-tanya, “Apakah saya harus berbuka puasa ketika matahari terbenam di tempat asal saya, atau mengikuti waktu tempat tujuan saya?” 

Pertanyaan ini membawa kita pada pemahaman bahwa Islam adalah agama yang fleksibel dan mempertimbangkan kondisi setiap individu. 

Islam mengajarkan kita untuk mengikuti prinsip-prinsip yang telah ditetapkan, namun juga memberikan kelonggaran ketika dihadapkan pada situasi tertentu.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, ‘Kami pernah berbuka puasa bersama Rasulullah SAW pada suatu hari yang mendung, kemudian matahari muncul.’ (HR. Muslim)”

Hadis ini memberikan pelajaran bahwa Rasulullah SAW memberikan contoh bagaimana kita harus responsif terhadap perubahan alam. Ini menunjukkan bahwa dalam situasi perjalanan, kita harus beradaptasi dengan kondisi alam sekitar kita.

Selain itu, kita juga diajak untuk memperhatikan kesehatan dan kebugaran tubuh selama perjalanan. 

BACA JUGA:3 Tips Cara Memilih Kurma yang Sehat Tanpa Pemanis Tambahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: