Rabat Beton 60 Meter Bukit Dila Lalang Luas Selesai

Rabat Beton 60 Meter Bukit Dila Lalang Luas Selesai

Desa Lalang luas--

V KOTO, RADARMUKOMUKO.com - Sebagian Dana Desa (DD) yang diterima oleh Pemerintah Desa Lalang Luas, Kecamatan V Koto, tahun ini digunakan untuk pembangunan.

Diantaranya pembangunan jalan rabat beton Bukit Dila sepanjang 60 meter dan lebar 3 meter. Pembangunan jalan rabat beton ini sendiri telah selesai dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), dengan menerapkan sistem pekerjaan secara swadaya.

Selesainya pembangunan ini ditandai dengan musyawarah desa (Musdes) serah terima hasil pembangunan dana desa, dari TPK ke Pemerintah Desa.

Kemudian dilanjutkan serah terima hasil pembangunan dari desa ke BPD untuk di serahkan ke warga desa. Serah terima hasil pembangunan dari Dana Desa Tahun Anggaran 2022, berlangsung di kantor Desa Lalang Luas, Rabu (3/8).

Pada kegiatan tersebut, Kepala Desa Lalang Luas, Aman Zikri, mengucapkan terimakasih pada TPK yang telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Selain itu, ia juga mengucapkan terimakasih pada pihak kecamatan, pendamping, BPD serta lapisan masyarakat. Karena selama pekerjaan telah melakukan pengawasan secara bersama. Diharapkannya juga, dengan telah dibangunnya jalan rabat beton ini semoga bermanfaat untuk masyarakat desa.

Sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga desa secara berkesinambungan. Untuk itu, warga desa diminta untuk menjaga hasil pembangunan yang telah dibangun oleh pemerintah desa dengan dana desa.

''Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa dana desa mengalami pemangkasan dari pusat untuk penanganan Covid. Jadi untuk melakukan pembangunan dananya sangat minim.

Dari itu mari kita secara bersama merawat hasil dari pembangunan yang telah dibangun,'' pesan Aman Zikri, yang lebih dikenal dengan panggilan Menggek.

Sementara itu, Camat V Koto, Sapuan, SH sangat mengapresiasi kinerja pemerintah desa Lalang Luas yang telah menuntaskan pekerjaan fisik dari dana desa tahap pertama.

Dimana pembangunan yang dikerjakan selesai dengan baik dan sesuai dengan RAB yang ada. Dengan ini ia mengharapkan pada masyarakat desa untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan yang telah dibangun pemerintah desa.

Mengingat pembangunan yang telah dibangun dengan menggunakan dana desa, itu tidak ada dana perawatan bangunan.

''Jika masyarakat masa bodoh dengan bangunan yang telah dibangun, maka masyarakat sendiri yang merasakan dampaknya.

Karena bangunan seperti ini tidak ada biaya perawatannya, beda dengan bangunan milik pemerintah seperti jalan, jembatan dan sebagainya,'' tutup Sapuan. (api)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: