Program Bioflok Koperasi Jadi Syarat Utama Akses Bantuan
Koperasi Desa Merah Putih--
RADARMUKOMUKO.COM – Pemerintah pusat resmi menggulirkan program pengembangan kolam bioflok yang digadang-gadang menjadi solusi modern untuk meningkatkan produksi sekaligus menekan biaya usaha masyarakat.
Program ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi juga menjadi pintu masuk penguatan ekonomi desa berbasis kebersamaan.
Pemerintah menetapkan bahwa seluruh pengelolaan kolam bioflok harus berada di bawah naungan Koperasi Desa Merah Putih, sebagai langkah strategis membangun sistem usaha yang tertata, terarah, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Perikanan Mukomuko, Rahmad Hidayat, SP.i, MSi, menegaskan bahwa setiap koperasi yang terlibat akan mendapatkan alokasi tiga titik kolam bioflok. Pengelolaannya kemudian diserahkan kepada kelompok pembudidaya yang tergabung dalam koperasi tersebut.
“Ini program dari pemerintah pusat yang pelaksanaannya kita kawal di daerah melalui koperasi. Setiap koperasi mendapatkan tiga titik kolam, dan masing-masing dikelola oleh kelompok pembudidaya,” ujarnya.
BACA JUGA:Harga Oli Naik, Kantong Pengendara Makin Terkuras
BACA JUGA:Jaksa Bakal Terus Bongkar Dugaan Mark Up Pengadaan Barang Program MBG
Menurutnya, skema ini memberikan ruang besar bagi masyarakat untuk berkembang secara kolektif. Tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memperkuat kelembagaan ekonomi desa melalui koperasi sebagai pusat aktivitas usaha.
Kesempatan ini pun terbuka luas. Kelompok masyarakat yang siap dan memiliki komitmen tinggi dipersilakan untuk segera mengajukan diri. Dinas Perikanan Mukomuko siap memfasilitasi proses verifikasi hingga pengusulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Silakan bagi kelompok yang berminat untuk mengajukan permohonan. Akan kita proses sesuai mekanisme. Yang penting kesiapan kelompok dan keseriusan dalam mengelola,” tegasnya.
Metode bioflok sendiri dikenal sebagai sistem budidaya yang efisien. Dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah menjadi pakan tambahan, pembudidaya dapat menekan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas secara signifikan. Bahkan, metode ini memungkinkan usaha perikanan tetap optimal meski dengan keterbatasan lahan.
Lebih dari itu, pendekatan berbasis koperasi diyakini mampu memperkuat rantai usaha, mulai dari produksi, pengelolaan, hingga pemasaran hasil budidaya. Koperasi diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mampu mengangkat kesejahteraan anggotanya secara berkelanjutan.
Namun demikian, Rahmad mengingatkan bahwa kesiapan menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Kelompok yang ingin terlibat harus benar-benar matang, baik dari sisi administrasi, kekompakan anggota, hingga komitmen dalam menjalankan usaha.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: