Saat Semua Berjalan, Tapi Diri Sendiri Tertinggal di Belakang
Saat Semua Berjalan, Tapi Diri Sendiri Tertinggal di Belakang-RADARMUKOMUKO.COM - -Sumber Ai
RADARMUKOMUKO.COM - Hidup tidak pernah benar-benar berhenti.
Hari terus berjalan, aktivitas terus berganti, dan rutinitas terus terulang. Seseorang tetap bangun pagi, menjalani pekerjaan, bahkan masih sempat duduk sejenak dengan secangkir kopi di sela waktu yang singkat.
Namun di tengah semua itu, ada satu hal yang perlahan tertinggal: diri sendiri.
Bukan karena tidak bergerak, tetapi karena terlalu sibuk mengikuti alur hingga lupa merasakan perjalanan.
Menurut pengamat perilaku konsumsi, Dr. Hendra Gunawan, kondisi ini sering terjadi tanpa disadari. “Banyak orang terus melangkah, tetapi tidak sempat memastikan apakah dirinya masih ikut di dalam perjalanan itu,” ujarnya.
Terlalu Fokus pada Apa yang Harus Dilakukan
Daftar tugas menjadi pusat perhatian.
Sementara perasaan sendiri tidak mendapat ruang.
Berjalan Cepat Tanpa Jeda
Semua dilakukan tanpa berhenti sejenak.
Akibatnya, kehilangan momen untuk “hadir”.
Terbiasa Mengikuti, Bukan Memahami
Hidup dijalani sesuai tuntutan.
Namun tidak selalu dipahami secara pribadi.
Kehilangan Dialog dengan Diri Sendiri
Jarang bertanya: apakah ini masih terasa benar?
Atau hanya sekadar berjalan karena sudah terbiasa.
BACA JUGA:Tersenyum di Luar, Tapi Kosong di Dalam: Perasaan yang Sulit Dijelaskan
Kelelahan yang Tidak Terlihat
Tidak selalu terasa berat.
Tetapi cukup untuk membuat diri terasa jauh dari diri sendiri.
Cara Perlahan Kembali Menyusul Diri Sendiri
Memberi ruang untuk berhenti dan menyadari apa yang sedang dijalani bisa menjadi awal.
Tidak perlu langsung mengubah arah, cukup mulai dengan hadir.
Penutup: Kadang, yang Perlu Dilakukan Bukan Berlari Lebih Cepat
Melainkan berhenti sejenak dan memastikan diri sendiri masih ikut di dalam perjalanan.
Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang sampai ke tujuan.
Tetapi tentang tidak kehilangan diri sendiri di sepanjang jalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: hidup berjalan tapi diri sendiri tertinggal penyebabnya