Ini Perbedaan Sakit Batu Empedu dengan Sakit Maag
Ini Perbedaan Sakit Batu Empedu dengan Sakit Maag--
Cara memastikan diagnosis memang memerlukan pemeriksaan penunjang. Untuk radang lambung, dokter biasanya melakukan evaluasi klinis dan bila perlu endoskopi untuk melihat langsung kondisi lambung.
Pemeriksaan ini dapat sekaligus mendeteksi infeksi H. pylori. Sementara untuk batu empedu, ultrasonografi perut menjadi pilihan utama karena mampu memperlihatkan keberadaan batu dengan cukup akurat. Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk menilai ada tidaknya infeksi atau gangguan fungsi hati.
Penanganan kedua penyakit ini pun berbeda arah. Radang lambung umumnya ditangani dengan obat penekan asam lambung seperti proton pump inhibitor, antibiotik bila terdapat infeksi bakteri, serta perubahan gaya hidup.
Pola makan teratur, menghindari pemicu iritasi, dan mengelola stres menjadi bagian penting pemulihan. Batu empedu yang tidak menimbulkan gejala kadang cukup dipantau, tetapi bila sudah menyebabkan serangan nyeri berulang atau komplikasi, operasi pengangkatan kantong empedu menjadi solusi paling efektif.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam dari sebuah universitas negeri di Yogyakarta, Prof. Dr. Hendra Wijaya, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap nyeri perut yang tidak biasa.
“Jangan semua dianggap maag. Jika nyeri semakin sering, semakin berat, atau disertai muntah hebat dan demam, segera periksakan diri. Diagnosis dini mencegah komplikasi seperti peradangan kantong empedu atau perdarahan lambung,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
