Karomah Sahabat Nabi Abu Bakar
Karomah Sahabat Nabi Abu Bakar--
Di mata Aisyah RA, putrinya yang juga istri Rasulullah, Abu Bakar adalah sosok yang lembut namun tegas dalam prinsip. Dalam sejumlah riwayat di Shahih Al-Bukhari, Aisyah menggambarkan ayahnya sebagai pribadi yang mudah menangis ketika membaca Al-Qur’an.
Kelembutan hati itu tidak menghalanginya mengambil keputusan sulit demi kemaslahatan umat. Perpaduan antara kasih sayang dan ketegasan menjadi ciri kepemimpinannya.
Abu Bakar wafat pada tahun 634 M setelah sakit beberapa hari. Ia dimakamkan di samping Rasulullah SAW di Masjid Nabawi, tempat yang menjadi saksi perjalanan iman dan pengorbanannya.
Warisan yang ditinggalkannya bukan berupa kemegahan istana atau tumpukan kekayaan, melainkan fondasi kokoh bagi keberlanjutan umat Islam. Dalam waktu singkat kepemimpinannya, ia berhasil menjaga persatuan, menumpas pemberontakan, dan memulai kodifikasi Al-Qur’an melalui pengumpulan mushaf yang kelak disempurnakan pada masa Utsman bin Affan.
Karomah Abu Bakar tidak selalu hadir dalam bentuk peristiwa luar biasa yang mencolok. Ia menjelma dalam keteguhan hati di saat genting, dalam keberanian mengambil keputusan yang tak populer, dan dalam ketulusan memberi tanpa pamrih.
Sejarah mencatatnya sebagai Ash-Shiddiq, gelar yang diberikan karena ia membenarkan peristiwa Isra dan Mi’raj tanpa ragu. Gelar itu sekaligus mencerminkan inti kehidupannya: kebenaran yang diyakini sepenuh jiwa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: