Ciri-Ciri Seseorang Memiliki Kolesterol Tinggi
Ciri-Ciri Seseorang Memiliki Kolesterol Tinggi--
Awalnya ia mengira beban kerja yang meningkat menjadi penyebabnya. Namun setelah melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan di kantor, kadar LDL-nya tercatat di atas 190 mg/dL. “Saya kaget karena tidak merasa sakit apa-apa. Tapi belakangan memang sering pusing ringan dan leher terasa kaku,” tuturnya.
Faktor penyebab kondisi ini beragam. Pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta faktor genetik menjadi pemicu utama.
Di kota-kota besar, konsumsi makanan cepat saji dan minuman manis yang berlebihan memperparah risiko. “Gaya hidup sedentari membuat metabolisme lemak tidak optimal. Jika tidak diimbangi olahraga, kolesterol mudah menumpuk,” jelas dr. Andri.
Cara mengetahui kadar kolesterol tidak bisa hanya mengandalkan perasaan. Pemeriksaan darah sederhana, yang dikenal sebagai profil lipid, dapat mengukur kadar total kolesterol, LDL, high-density lipoprotein (HDL), dan trigliserida.
Organisasi Kesehatan Dunia menganjurkan pemeriksaan rutin terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat keluarga penyakit jantung.
Penanganan kolesterol tinggi bergantung pada tingkat keparahan dan faktor risiko individu. Perubahan gaya hidup menjadi langkah pertama yang dianjurkan. Mengurangi konsumsi gorengan, daging berlemak, serta makanan olahan, dan memperbanyak sayur, buah, serta sumber serat larut seperti oatmeal dapat membantu menurunkan kadar LDL.
Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu juga terbukti efektif meningkatkan kadar HDL yang bersifat protektif.
Dalam beberapa kasus, dokter meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin. Penggunaan obat ini harus berada di bawah pengawasan medis karena memerlukan evaluasi berkala. “Obat membantu menekan produksi kolesterol di hati, tetapi tanpa perubahan pola hidup, hasilnya tidak maksimal,” tegas dr. Andri.
Kesadaran menjadi kunci utama. Kolesterol tinggi bukan vonis, melainkan peringatan agar seseorang lebih peduli pada tubuhnya. Dengan mengenali ciri-ciri awal, melakukan pemeriksaan rutin, dan menerapkan pola hidup sehat, risiko komplikasi serius dapat ditekan secara signifikan.
Tubuh selalu memberi sinyal, meski kadang samar. Mendengarkannya sejak dini adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Sumber berita:
1. World Health Organization. (2023). Cardiovascular diseases (CVDs) fact sheet.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).
3. Grundy, S. M. et al. (2019). 2018 AHA/ACC Guideline on the Management of Blood Cholesterol. Journal of the American College of Cardiology
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: