Ciri-Ciri Seseorang Memiliki Kolesterol Tinggi
Ciri-Ciri Seseorang Memiliki Kolesterol Tinggi--
RADARMUKOMUKO.COM - Tubuh sering kali menyimpan rahasia yang tak langsung terungkap. Ia bekerja dalam diam, menjaga keseimbangan, sekaligus memberi sinyal halus ketika ada yang tak beres. Kolesterol tinggi termasuk salah satu kondisi yang bergerak senyap.
Banyak orang merasa sehat, tetap beraktivitas seperti biasa, hingga suatu hari dokter menyebut angka yang melampaui batas aman. Di situlah kesadaran muncul, bahwa ada tanda-tanda yang mungkin pernah diabaikan.
Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel dan hormon. Namun ketika kadarnya, khususnya low-density lipoprotein (LDL), melampaui ambang normal, risiko penyakit jantung dan stroke meningkat.
Di Indonesia, kasus kolesterol tinggi terus bertambah seiring perubahan pola makan dan gaya hidup perkotaan. Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi dislipidemia pada orang dewasa cukup signifikan dalam satu dekade terakhir.
Di sebuah klinik di Jakarta Selatan, awal tahun ini, dokter penyakit dalam dr. Andri Wijaya kerap menerima pasien berusia 30 hingga 50 tahun dengan keluhan yang tampak ringan.
“Sebagian datang hanya karena mudah lelah atau pegal di tengkuk. Setelah diperiksa, kadar kolesterolnya ternyata tinggi,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala spesifik, sehingga banyak orang baru mengetahuinya setelah melakukan tes darah rutin.
Meski begitu, ada beberapa ciri yang patut diwaspadai. Salah satunya adalah rasa berat atau nyeri di dada saat beraktivitas. Kondisi ini bisa muncul ketika plak kolesterol mulai menyempitkan pembuluh darah koroner, mengurangi aliran darah ke jantung.
Rasa tidak nyaman tersebut kadang menjalar ke lengan kiri atau rahang. “Ini bukan sekadar pegal biasa. Jika muncul berulang terutama saat aktivitas fisik, perlu evaluasi medis,” kata dr. Andri.
Selain itu, sebagian orang mengalami kesemutan atau rasa baal pada kaki dan tangan. Penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak dapat mengganggu sirkulasi, terutama di bagian perifer tubuh.
Di beberapa kasus, muncul kram pada betis ketika berjalan jauh. Gejala tersebut sering disalahartikan sebagai kelelahan otot, padahal bisa menjadi pertanda gangguan aliran darah.
Tanda lain yang lebih kasatmata adalah munculnya xanthelasma, yakni timbunan lemak berwarna kekuningan di sekitar kelopak mata. Meski tidak selalu berbahaya, keberadaannya kerap berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi dalam darah.
“Bila ada benjolan kecil kekuningan di sekitar mata, sebaiknya cek profil lipid,” ujar dr. Andri. Ia menekankan bahwa pemeriksaan laboratorium tetap menjadi cara paling akurat untuk memastikan kondisi tersebut.
Kolesterol tinggi juga dapat memengaruhi stamina secara keseluruhan. Rina, 42 tahun, seorang pegawai swasta di Bekasi, mengaku mulai sering merasa cepat lelah sejak pertengahan tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: