Ini Perbedaan Sakit Asam Urat dan Rematik

Ini Perbedaan Sakit Asam Urat dan Rematik

Ini Perbedaan Sakit Asam Urat dan Rematik--

Rematik, sebaliknya, lebih berkaitan dengan faktor genetik dan gangguan sistem imun. Meski demikian, stres, infeksi tertentu, dan kebiasaan merokok juga diduga berperan dalam memicu atau memperburuk kondisi rematik.

Cara penanganannya pun tidak bisa disamakan. Pada asam urat, pengobatan difokuskan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah dan meredakan peradangan saat serangan terjadi. Perubahan pola makan dan gaya hidup menjadi kunci penting. 

“Pasien asam urat perlu disiplin menjaga asupan makanan dan rutin memeriksa kadar asam urat. Tanpa itu, obat saja tidak cukup,” kata dr. Andi.

Sementara itu, pengelolaan rematik menuntut pendekatan jangka panjang. Terapi bertujuan menekan aktivitas sistem imun yang keliru, mengurangi peradangan, serta mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. 

Obat-obatan khusus, fisioterapi, dan pemantauan rutin menjadi bagian tak terpisahkan dari perawatan. Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan terapi. Semakin cepat rematik dikenali, semakin besar peluang untuk mengendalikan penyakit dan mempertahankan fungsi sendi.

Kesalahan umum di masyarakat adalah menganggap semua nyeri sendi sebagai rematik, lalu mengobatinya dengan cara yang sama. Padahal, salah diagnosis dapat berujung pada penanganan yang tidak efektif, bahkan memperburuk kondisi. Pemeriksaan medis, termasuk tes darah dan evaluasi klinis, diperlukan untuk memastikan apakah nyeri sendi disebabkan oleh asam urat, rematik, atau kondisi lain.

 

Sumberberita:

1. Dalbeth, N., et al. (2019). Gout. The Lancet, 393(10183), 203–217.

2. Smolen, J. S., et al. (2018). Rheumatoid arthritis. Nature Reviews Disease Primers, 4, 18001.

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Informasi penyakit asam urat dan rematik, diakses melalui laman resmi Kemenkes RI.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: