4 Manfaat Buah Pinang yang Belum Banyak Diketahui

4 Manfaat Buah Pinang yang Belum Banyak Diketahui

4 Manfaat Buah Pinang yang Belum Banyak Diketahui--

RADARMUKOMUKO.COM - Di banyak sudut Nusantara, buah pinang kerap hadir tanpa banyak disorot. Ia tumbuh tegak di pekarangan, kebun, atau tepi jalan desa, menjadi bagian dari lanskap tropis yang akrab namun sering diabaikan. Selama berabad-abad, pinang lebih dikenal sebagai pelengkap tradisi menginang, sebuah kebiasaan yang perlahan memudar di tengah perubahan zaman. 

Padahal, di balik bentuknya yang sederhana, buah pinang menyimpan manfaat kesehatan dan sosial yang belum banyak diketahui masyarakat luas.

Pinang atau Areca catechu telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sejumlah penelitian modern mulai menelusuri kembali khasiatnya, mencoba menjembatani pengetahuan leluhur dengan pendekatan ilmiah. Dari sekian banyak manfaat yang dikaji, setidaknya ada empat kegunaan buah pinang yang jarang mendapat perhatian.

Manfaat pertama buah pinang terletak pada kemampuannya membantu menjaga kesehatan pencernaan. Dalam pengobatan tradisional, ekstrak pinang kerap digunakan untuk merangsang kerja usus dan membantu mengatasi gangguan pencernaan ringan. 

Kandungan alkaloid alami di dalamnya dipercaya mampu meningkatkan produksi enzim pencernaan. Dr. Sri Wahyuni, peneliti tanaman obat dari Universitas Gadjah Mada, menjelaskan bahwa pinang memiliki efek stimulatif yang cukup kuat.

 “Dalam dosis yang tepat dan pengolahan yang benar, senyawa aktif pada buah pinang dapat membantu meningkatkan aktivitas saluran cerna,” ujarnya. Meski demikian, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan agar tidak menimbulkan efek samping.

Manfaat kedua yang jarang disadari adalah peran buah pinang sebagai agen antibakteri alami. Beberapa studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak pinang memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri tertentu yang kerap menjadi penyebab infeksi ringan. 

Temuan ini menjelaskan mengapa dalam praktik tradisional, pinang sering digunakan untuk menjaga kebersihan mulut. Kebiasaan menginang di masa lalu bukan semata ritual sosial, tetapi juga cara masyarakat menjaga kesehatan gigi dan gusi. 

Menurut Profesor Ahmad Fauzi, ahli farmakognosi dari Universitas Indonesia, “Senyawa fenolik dalam buah pinang berkontribusi pada efek antibakterinya, meski penggunaannya tetap perlu dikontrol.”

Manfaat ketiga buah pinang berkaitan dengan potensinya dalam meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Dalam sejumlah budaya, pinang dikonsumsi untuk membantu mengurangi rasa lelah dan meningkatkan fokus. 

Efek ini berasal dari sifat stimulan ringan yang dimilikinya. Pada masa lalu, petani dan nelayan memanfaatkan pinang untuk menjaga kebugaran saat bekerja dalam waktu lama. 

Peneliti etnobotani dari LIPI, Rina Kurniasih, menyebut bahwa penggunaan pinang sebagai penambah stamina mencerminkan kearifan lokal. “Masyarakat tradisional memahami batas dan cara penggunaan yang aman. Mereka tidak mengonsumsinya berlebihan, melainkan sebagai penunjang aktivitas,” katanya.

 

Manfaat keempat yang kini mulai menarik perhatian dunia medis adalah potensi buah pinang sebagai sumber antioksidan. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: