Buah Durian Mengandung Ini, Sehingga Penderita Tensi Dilarang Mengonsumsinya
Durian--
RADARMUKOMUKO.COM - Di pasar tradisional, pinggir jalan, hingga jamuan keluarga, durian selalu punya daya tarik yang sulit diabaikan. Dagingnya lembut, rasanya manis legit, dan sensasi menikmatinya sering kali menghadirkan kenikmatan tersendiri.
Namun di balik popularitasnya sebagai “raja buah”, durian menyimpan kandungan tertentu yang membuatnya tidak aman bagi semua orang, terutama mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Durian adalah buah tropis yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Musim panennya biasanya tiba pada pertengahan hingga akhir tahun, saat berbagai daerah penghasil durian mulai ramai dikunjungi pemburu rasa.
Buah ini dikonsumsi oleh berbagai kalangan, dari anak muda hingga orang tua. Namun para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua tubuh mampu menerima durian dengan aman, terutama ketika tekanan darah tidak stabil.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andika Pratama, menjelaskan bahwa durian mengandung kalori dan lemak yang sangat tinggi dibandingkan buah lain. “Dalam satu porsi durian, terdapat kandungan lemak jenuh dan gula yang cukup besar.
Kombinasi ini dapat memicu lonjakan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi,” ujarnya. Menurutnya, efek tersebut bisa muncul tidak lama setelah konsumsi, terutama bila durian dimakan dalam jumlah banyak.
Selain lemak dan gula, durian juga kaya akan kalium. Secara umum, kalium dikenal baik untuk keseimbangan cairan tubuh dan fungsi otot. Namun pada kondisi tertentu, asupan kalium berlebih justru dapat memengaruhi kerja jantung dan tekanan darah.
Bagi penderita hipertensi yang juga memiliki gangguan ginjal, konsumsi durian berpotensi memperburuk kondisi kesehatan karena tubuh kesulitan mengatur keseimbangan elektrolit.
Cerita serupa datang dari pengalaman klinis yang kerap ditemui tenaga medis. Seorang perawat di salah satu rumah sakit daerah di Sumatra menceritakan bahwa setiap musim durian, jumlah pasien dengan keluhan pusing, jantung berdebar, dan tekanan darah meningkat cenderung bertambah.
“Sebagian besar mengaku baru saja makan durian dalam jumlah banyak, biasanya saat acara keluarga atau pesta,” tuturnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa efek durian terhadap tekanan darah bukan sekadar teori, melainkan fakta yang sering terjadi di lapangan.
Alasan lain mengapa durian berisiko bagi penderita tensi tinggi terletak pada sifatnya yang meningkatkan suhu tubuh. Dalam budaya masyarakat, durian dikenal sebagai buah “panas”.
Secara medis, efek hangat ini berkaitan dengan proses metabolisme yang meningkat setelah konsumsi durian. Metabolisme yang melonjak dapat memicu pelebaran dan penyempitan pembuluh darah secara cepat, sehingga tekanan darah menjadi tidak stabil.
Bagi penderita hipertensi, kondisi ini dapat memicu sakit kepala hebat hingga risiko komplikasi yang lebih serius.
Bagaimana seharusnya sikap penderita tensi terhadap durian? Ahli gizi klinis, Nur Aisyah, S.Gz, menyarankan agar penderita hipertensi sebaiknya menghindari durian sama sekali, atau setidaknya sangat membatasi konsumsinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: