RADARMUKOMUKO.COM - Peringatan hari lahir pancasila 2026, pemerintah Kabupaten Mukomuko menggelar upacara di lapangan Pemda Mukomuko yang dipimpin langsung Bupati Choirul Huda,SH sebagai inspektur upacara.
Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti berbagai unsur pemerintahan, TNI/Polri, instansi vertikal, pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat lainnya.
Juga langsung hadir Sekretaris Daerah (Sekda), Ketua DPRD Mukomuko, unsur Forkopimda, para staf ahli, asisten, kepala OPD, Ketua TP-PKK, organisasi wanita dan lainnya.
Sejalan dengan amanat dari presiden, Bupati Mukomuko dalam amanatkanya menyampaikan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup, tumbuh, dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Tema tahun ini “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Menurutnya, nilai Pancasila tidak berhenti di batas Indonesia saja. Nilai itu juga jadi sumbangsih nyata bangsa untuk perdamaian dunia.
"Ini momentum refleksi kita bersama, memastikan Pancasila terus hidup, terus jadi pedoman berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat," kata Choirul Huda.
Lanjutnya, dengan peringatan hari lahir pancasila ini, sejenak mari enengok lagi, apakah nilai Pancasila masih jadi pegangan dalam kerja dan hidup sehari-hari. Khusus ke anak muda, bupati meminta Pancasila jangan cuma dihafal. Tapi dijalani, jadi living ideology yang nyata di sekolah, di medsos, di lingkungan.
"Terapkan dalam keseharian dan jaga persatuan di tengah beragamnya kita. Dari Mukomuko untuk Indonesia yang damai," tegasnya.
Masih disampaikannya, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral, sumber inspirasi, dan arah dalam menjalankan pembangunan.
Jika dahulu perjuangan bangsa berfokus pada kedaulatan teritorial, kini tantangan yang dihadapi telah bergeser pada kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Ia menegaskan bahwa pembangunan generasi masa depan harus dimulai dari fondasi yang kuat, baik secara fisik, mental, intelektual, maupun moral melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
"Perlindungan generasi muda di ruang digital juga menjadi perhatian penting pemerintah. Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak," tutupnya.*