Baju yang Bahan Dasarnya Terbuat dari Sutra, Ini Tandanya

Jumat 20-03-2026,13:22 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM - Di sebuah butik kecil di kawasan Palembang, Rina (38), seorang desainer busana yang telah lebih dari satu dekade berkecimpung di industri tekstil, kerap menerima pertanyaan serupa dari para pelanggannya. 

Mereka ingin memastikan apakah pakaian yang mereka beli benar-benar terbuat dari sutra asli. “Banyak orang tertipu karena melihat kilau kain, padahal tidak semua yang mengilap itu sutra. Ada teknik sintetis yang bisa meniru tampilannya,” ujar Rina saat ditemui pada awal pekan ini.

Menurutnya, salah satu ciri paling mencolok dari baju berbahan sutra adalah teksturnya yang sangat halus dan lembut saat disentuh. 

Kelembutan ini bukan sekadar rasa nyaman biasa, melainkan sensasi dingin yang alami ketika bersentuhan dengan kulit. Hal ini terjadi karena serat sutra berasal dari protein alami yang dihasilkan oleh kepompong ulat sutra, sehingga memiliki kemampuan adaptasi suhu yang baik.

Selain itu, sutra memiliki kilau khas yang berbeda dari bahan sintetis. Kilau ini tidak berlebihan atau memantulkan cahaya secara tajam, melainkan tampak lembut dan berubah-ubah tergantung sudut pandang. Dalam pencahayaan tertentu, warna kain sutra bahkan bisa terlihat sedikit berbeda, menciptakan efek visual yang hidup. “Kalau diperhatikan dengan seksama, kilau sutra itu seperti bernapas. Tidak statis,” tambah Rina.

Ciri lain yang tak kalah penting adalah kekuatan seratnya. Meski terlihat tipis dan ringan, kain sutra sebenarnya cukup kuat dan tidak mudah robek. Hal ini sering kali mengejutkan banyak orang yang mengira bahwa bahan yang lembut identik dengan kerapuhan. Dalam praktiknya, baju berbahan sutra justru mampu bertahan lama jika dirawat dengan benar.

Di sisi lain, sutra juga memiliki daya serap yang tinggi terhadap cairan. Ketika terkena air, kain ini akan menyerap dengan cepat tanpa meninggalkan kesan basah yang berlebihan di permukaan. Sifat ini membuatnya nyaman digunakan di berbagai kondisi cuaca, termasuk di daerah tropis seperti Indonesia. 

Menurut Dr. Hendra Wijaya, pakar tekstil dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta, kemampuan ini berkaitan erat dengan struktur molekul protein fibroin dalam sutra. “Serat sutra mampu mengatur kelembapan secara alami, sehingga tetap nyaman dipakai dalam suhu panas maupun dingin,” jelasnya.

Tidak hanya dari segi fisik, baju berbahan sutra juga memiliki karakteristik suara yang khas. Ketika dua bagian kain digesekkan, akan terdengar bunyi lembut yang sering disebut sebagai “scroop”. Bunyi ini menjadi salah satu indikator tradisional yang digunakan oleh para pengrajin untuk mengenali sutra asli. Meski terdengar sederhana, ciri ini cukup sulit ditiru oleh bahan sintetis.

Namun, di balik segala keunggulannya, sutra juga menuntut perhatian lebih dalam hal perawatan. Kain ini cenderung sensitif terhadap bahan kimia keras dan paparan sinar matahari langsung. Oleh karena itu, mencuci baju sutra tidak bisa disamakan dengan bahan lainnya. Rina menyarankan agar pencucian dilakukan secara manual dengan deterjen khusus yang lembut. “Kalau salah perawatan, kilau dan kelembutannya bisa cepat hilang,” katanya.

Tags :
Kategori :

Terkait