Bahaya Jangka Panjang Jika Suka Kerja di Depan Laptop

Rabu 25-02-2026,16:32 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

Akibatnya, kualitas istirahat menurun dan tubuh tidak mendapatkan pemulihan optimal.

Psikolog klinis Nabila Rahman menambahkan bahwa tekanan pekerjaan yang terhubung langsung melalui laptop turut berdampak pada kesehatan mental. “Batas antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi kabur. Notifikasi email atau pesan kerja yang terus masuk membuat otak sulit benar-benar beristirahat,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu stres kronis dan kelelahan emosional atau burnout. Individu merasa terus-menerus dituntut respons cepat, seolah tidak pernah benar-benar selesai bekerja. Menurut Nabila, pola ini sering kali dialami pekerja muda yang ingin menunjukkan performa terbaik, namun lupa memberi ruang bagi diri sendiri.

Meski risikonya nyata, para ahli sepakat bahwa laptop bukanlah sumber masalah utama. Perangkat tersebut merupakan alat yang memudahkan pekerjaan dan membuka banyak peluang ekonomi. Tantangan sesungguhnya terletak pada cara penggunaan dan pengelolaan waktu.

dr. Maya menyarankan penerapan prinsip ergonomi sederhana. Posisi layar sebaiknya sejajar dengan pandangan mata, kursi mendukung punggung bagian bawah, dan kaki menapak lantai. “Setiap satu jam, berdirilah dan lakukan peregangan ringan selama lima hingga sepuluh menit. Gerakan kecil dapat mencegah cedera jangka panjang,” katanya.

Sumber berita:

1. Sheppard, A. L., & Wolffsohn, J. S. (2018). Digital eye strain: prevalence, measurement and amelioration. BMJ Open Ophthalmology.

2. World Health Organization (2020). Guidelines on physical activity and sedentary behaviour.

Tags :
Kategori :

Terkait