Puasa Baru Satu Hari, Ini Jenis Kue Lebaran yang Sudah Dipromosikan

Rabu 18-02-2026,10:38 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

“Permintaan kue kering meningkat signifikan karena menjadi bagian dari tradisi silaturahmi saat Lebaran. Pelaku usaha tentu membaca momentum ini dengan mempercepat promosi,” katanya saat dihubungi terpisah.

Ia menambahkan bahwa strategi promosi sejak awal puasa juga membantu menjaga stabilitas produksi. Dengan pesanan yang masuk bertahap, produsen dapat membeli bahan baku dalam jumlah lebih terencana sehingga mengurangi risiko lonjakan harga mendadak. 

Selain itu, arus kas usaha menjadi lebih sehat karena ada pemasukan lebih awal. “Ini langkah manajemen yang rasional, bukan sekadar euforia,” ujar Hendra.

Di sisi lain, promosi dini juga memicu persaingan harga dan kualitas. Beberapa toko menawarkan bonus satu toples kecil untuk pembelian paket tertentu, sementara yang lain menonjolkan bahan premium seperti mentega impor dan keju berkualitas tinggi. 

Inovasi rasa pun mulai bermunculan, seperti nastar nanas madu, kastengel mozzarella, hingga putri salju matcha. Kreativitas ini menjadi cara pelaku usaha mempertahankan pelanggan di tengah banyaknya pilihan.

Meski demikian, para pelaku usaha tetap berhati-hati menjaga kualitas. Rina menegaskan bahwa produksi tetap dilakukan mendekati waktu pengiriman agar kue tetap segar. 

“Kami terima pesanan dari awal, tapi produksi menyesuaikan jadwal kirim. Jadi kualitas tetap terjaga,” ucapnya. Ia menyadari bahwa kepercayaan pelanggan adalah modal utama yang tidak boleh dikorbankan demi mengejar kuantitas.

Ramadan baru saja dimulai, tetapi denyut persiapan Lebaran sudah terasa. Di balik toples-toples yang tersusun rapi itu, tersimpan kerja keras pelaku usaha kecil yang menggantungkan harapan pada musim ini. 

Bagi mereka, hari pertama puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang membuka peluang rezeki yang datang setahun sekali. Promosi kue Lebaran sejak awal Ramadan menjadi gambaran bagaimana tradisi, ekonomi, dan kreativitas bertemu dalam satu momentum yang sarat makna.

Sumber berita:

1. Badan Pusat Statistik (BPS). 2023. Laporan Pola Konsumsi Rumah Tangga Selama Ramadan dan Idulfitri.

2. Saputra, H., dkk. 2022. “Seasonal Consumption Patterns during Ramadan in Indonesia.” Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia.

3. Bank Indonesia. 2023. Kajian Stabilitas Harga Pangan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

Tags :
Kategori :

Terkait