RADARMUKOMUKO.COM - Aroma gurih santan yang mengepul dari dapur tradisional kerap menjadi penanda kehangatan sebuah rumah. Di sisi lain, segelas susu encer yang tersaji di meja makan menghadirkan kesan sederhana namun akrab.
Dua bahan ini tumbuh dari tradisi dan kebiasaan yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama menjadi bagian penting dari pola konsumsi masyarakat Indonesia. Di balik perbedaan rasa dan asalnya, santan kelapa dan susu encer ternyata memiliki sejumlah persamaan nutrisi yang menarik untuk dipahami.
Di Pasar Baru, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu, Sulastri (45) tampak sibuk memilih kelapa tua untuk diparut. Ia berjualan makanan rumahan yang hampir seluruh menunya menggunakan santan.
“Kalau masak sayur lodeh atau opor tanpa santan, rasanya kurang lengkap,” ujarnya. Namun di rumah, ia juga rutin menyediakan susu encer untuk anak-anaknya. Baginya, keduanya sama-sama memberi asupan energi dan rasa kenyang yang cukup lama.
Secara umum, baik santan kelapa maupun susu encer mengandung makronutrien utama yang dibutuhkan tubuh, yakni lemak, protein, dan sejumlah karbohidrat.
Santan diperoleh dari perasan daging kelapa yang kaya lemak nabati, sementara susu encer baik dari sapi maupun yang telah diencerkan mengandung lemak hewani serta protein berkualitas tinggi. Meski komposisinya berbeda, keduanya sama-sama menjadi sumber energi yang signifikan.
Dr. Intan Permatasari, ahli gizi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa persamaan utama antara santan dan susu terletak pada kandungan energinya yang relatif tinggi dibandingkan air biasa atau minuman non-bernutrisi.
“Keduanya menyumbang kalori karena mengandung lemak. Lemak adalah zat gizi dengan kepadatan energi paling tinggi, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama,” katanya saat ditemui di sela seminar gizi di Depok, pekan ini.
Ia menambahkan bahwa santan kelapa kaya akan asam lemak jenuh rantai sedang, terutama asam laurat, yang dalam beberapa penelitian disebut memiliki sifat antimikroba.
Sementara susu encer mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh dalam proporsi berbeda, serta protein seperti kasein dan whey yang penting bagi pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.
“Meskipun sumbernya berbeda, keduanya sama-sama mengandung lemak yang berperan sebagai sumber energi dan membantu penyerapan vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K,” jelas Intan.
Di Yogyakarta, seorang pelaku usaha minuman tradisional, Bayu (32), mengombinasikan santan dan susu dalam beberapa produknya. Ia mengaku banyak pelanggan menyukai minuman berbasis santan karena teksturnya lembut, sementara susu memberi kesan lebih ringan.
“Saya melihat keduanya bisa saling melengkapi. Dari sisi nutrisi, sama-sama mengandung lemak dan sedikit protein, jadi memberi rasa kenyang,” tuturnya.
Persamaan lain terletak pada kandungan mineral tertentu. Santan kelapa mengandung zat besi, magnesium, dan kalium dalam jumlah tertentu. Susu encer dikenal sebagai sumber kalsium yang baik serta mengandung fosfor dan vitamin B12.
Walau jenis mineralnya tidak sepenuhnya sama, keduanya tetap berkontribusi terhadap kebutuhan mikronutrien harian. “Tubuh membutuhkan variasi sumber makanan agar asupan mineral lebih lengkap,” ujar Intan.