Manfaat Makan Jengkol Serta Efeknya

Selasa 17-02-2026,12:06 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

Selain itu, pada individu dengan riwayat gangguan ginjal, konsumsi jengkol sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari. Beban kerja ginjal dapat meningkat ketika harus menyaring zat sisa metabolisme asam jengkolat. Dalam jangka panjang, kebiasaan makan jengkol secara berlebihan tanpa kontrol berisiko memperburuk kondisi ginjal yang sudah rentan.

Cara memasak juga memengaruhi dampaknya. Proses perebusan yang cukup lama dan penggantian air rebusan beberapa kali dipercaya dapat mengurangi kadar asam jengkolat.

Meski metode ini tidak sepenuhnya menghilangkan risiko, setidaknya dapat menurunkannya. “Pengolahan tradisional sebenarnya memiliki logika kesehatan tersendiri, meski sering tidak disadari,” kata dr. Reza.

Di tengah perdebatan tentang manfaat dan efeknya, jengkol tetap bertahan sebagai bagian dari identitas kuliner Nusantara. Ia menjadi simbol keberanian rasa, sekaligus pengingat bahwa setiap bahan pangan memiliki dua sisi. Tidak ada yang sepenuhnya buruk, selama dikonsumsi dengan kesadaran dan keseimbangan.

Sumber berita:

• World Health Organization (WHO). Diet, Nutrition and the Prevention of Chronic Diseases.

• National Kidney Foundation. Kidney Health and Dietary Considerations.

• USDA FoodData Central. Nutritional Profile of Legumes and Plant-Based Protein Sources.

Tags :
Kategori :

Terkait