Sourdough vs. Roti Biasa: Apa Saja Perbedaannya dan Mana yang Lebih Sehat?

Sabtu 14-02-2026,07:35 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

 

3. Indeks Glikemik yang Lebih Rendah: Sourdough tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Fermentasi mengubah struktur karbohidrat dalam roti, membuatnya diserap lebih lambat oleh tubuh. Ini menjadikannya pilihan yang lebih bijak bagi mereka yang ingin menjaga stabilitas energi atau mengelola berat badan.

 

Profil Rasa dan Tekstur

Dari segi sensorik, roti biasa menawarkan konsistensi yang familiar dan lembut, cocok untuk roti sandwich standar anak-anak. Namun, sourdough menawarkan pengalaman yang lebih kompleks. Teksturnya memiliki "perlawanan" yang memuaskan saat digigit, dengan kerak yang renyah dan bagian dalam yang kenyal serta lembap. Rasa asamnya yang khas memberikan dimensi rasa yang tidak dimiliki roti komersial yang cenderung hambar atau manis karena tambahan gula.

 

Mana yang Lebih Sehat?

Jika indikatornya adalah kepadatan nutrisi, kemudahan cerna, dan dampak terhadap gula darah, maka sourdough adalah pemenangnya. Kebanyakan roti biasa di supermarket mengandung bahan tambahan seperti pengawet, gula tambahan, dan pengemulsi agar tahan lama di rak. Sourdough yang autentik biasanya hanya terdiri dari tiga bahan dasar: tepung, air, dan garam.

 

Kesimpulan

Memilih antara sourdough dan roti biasa adalah pilihan antara kecepatan dan kualitas. Jika Anda mencari roti yang memberikan manfaat kesehatan jangka panjang dan pengalaman rasa yang autentik, sourdough adalah investasi yang layak bagi tubuh Anda. Meskipun harganya mungkin sedikit lebih mahal atau pembuatannya lebih rumit, manfaat yang diberikan dalam setiap irisannya jauh melampaui roti putih biasa. Sudahkah Anda mencoba beralih ke sourdough hari ini?

Tags :
Kategori :

Terkait