MUKOMUKO – Saat ini Mukomuko memiliki saham atau penyertaan modal di Bank Bengkulu (BB) sekitar Rp 30,6 miliar. Dana ini diberikan sejak 2005 hingga 2019 lalu. Beberapa tahun, Mukomuko tercatat sebagai salah satu pemegang sahan terbesar atau diatas 10 persen. Namun dua tahun terakhir, persentase saham Mukomuko di Bank Bengkulu turun dibawah 10 persen. Dampaknya dijajaran pemegang saham atau komisaris, posisi Mukomuko lemah, tidak memiliki hak jawab. Kondisi ini agaknya menjadi perhatian pemerintah daerah dan dewan, sehingga sekarang kembali dirumuskan Raperda penyertaan modal di Bank Bengkulu. Ketua DPRD Mukomuko, Ali Saftaini,SE ditemui kemarin, mengakui bahwa salah satu Raperda yang akan dibahas adalah penyertaan modal di Bank Bengkulu. penyertaan modal di bank daerah ini dalam dua tahun terakhir berhenti karena kondisi keuangan daerah sedang sulit. Jika Raperda ini nanti disetujui dan ketuk palu, maka kedepan daerah bisa kembali menambah penyertaan modalnya. Posisi sekarang, sejak 2005, Mukomuko sudah memberikan dana sekitar Rp 30 miliar, termasuk deviden yang ditahan. ‘’Raperda pernyataan modal ini masuk agenda pembahasan masa sidang satu tahun ini, Raperda ini akan menjadi dasar penambahan penyertaan modal di Bank Bengkulu. Sejak awal sudah ada 30,6 miliar penyertaan modal daerah di bank ini,’’ kata Ali. Terkait jumlah penambahan dana yang akan diberikan ke Bank Bengkulu, Ali belum bisa memastikan, tergantung kesepakatan dan kemampuan daerah. Ada beberapa alasan, kembali dibahasnya penyertaan modal di Bank Bengkulu, pertama karena posisi sekarang saham Mukomuko di Bank Bengkulu sudah dibawah 10 persen. Dampaknya Mukomuko tidak memiliki hak jawab terhadap bank ini. Turunnya persentase ini, seiring penambahan saham oleh salah satu kabupaten, sehingga posisi Mukomuko ikut turun. Selain itu juga sesuai aturan OJK terbaru, Bank Bengkulu harus menaikkan modalnya hingga Rp 3 triliun, jika tidak maka bisa turun menjadi BPR. ‘’Sesuai ketentuan saham dibawah 10 persen, maka tidak memiliki hak jawab, artinya saat pemerintah ingin melakukan koreksi atau menyampaikan sesuatu, pihak bank tidak wajib menjawabnya,’’ papar Ali. Terus terkait deviden Bank Bengkulu untuk kabupaten, sampai saat ini sudah diangka Rp 37 miliar, baik deviden yang ditahan dalam artian menjadi penambah saham, maupun deviden yang ditarik menjadi pendapatan lain-lain daerah. ‘’Deviden kita di Bank Bengkulu ada yang ditahan dan ada yang ditarik, totalnya diangka Rp 37,5 miliar,’’ tutupnya.(jar)
Saham di BB Rendah, Posisi Mukomuko Lemah
Selasa 25-01-2022,10:00 WIB
Reporter : Radar Mukomuko
Editor : Radar Mukomuko
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 09-04-2026,08:25 WIB
ASN Mukomuko Masih Tetap Ngantor Hari Jum'at, Kerja Dari Rumah Dalam Pembahasan Pemda
Kamis 09-04-2026,08:54 WIB
Puluhan Ton Benih Padi Bantuan Segera Tiba, Dukung Produktivitas Petani Mukomuko
Kamis 09-04-2026,08:56 WIB
Pecah Telur, Pemdes Pauh Terenja Jadi yang Pertama Salurkan BLT-DD Tahun 2026
Kamis 09-04-2026,08:53 WIB
Aset Desa Program Ketahanan Pangan Boleh Dialihkan, Ini Syaratnya
Kamis 09-04-2026,08:43 WIB
Warga Dusun Baru Pelokan Ditemukan Meninggal Saat Cari Brondol, Punya Riwayat Asam Urat
Terkini
Kamis 09-04-2026,15:00 WIB
Sering Merasa Lelah Padahal Tidak Banyak Aktivitas? Ini Penyebab “Hidden Fatigue” yang Jarang Disadari
Kamis 09-04-2026,12:00 WIB
Bukan Soal Uang! Ternyata Ini yang Bikin Orang Cepat Kaya atau Tetap Stagnan, Banyak yang Salah Paham
Kamis 09-04-2026,11:42 WIB
Kata Mbah Moen: Amalkan Ini, Insya Allah Hutang Lunas dan Rezeki Lancar
Kamis 09-04-2026,11:35 WIB
Atasi Asam Lambung dengan 6 Tanaman Herbal Ini, Banyak Tumbuh di Sekitar Kita
Kamis 09-04-2026,11:31 WIB