SMPN 18 Mukomuko Terbitkan Kumpulan Cerpen Tiga Bahasa

SMPN 18 Mukomuko Terbitkan Kumpulan Cerpen Tiga Bahasa

SMP--

 

RADARMUKOMUKO.COM - SMPN 18 Mukomuko, kembali menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan budaya literasi para siswa melalui penulisan cerpen. Dimana sekarang ini, tim literasi SMPN 18 Mukomuko kembali menerbitkan sebuah buku kumpulan cerpen.

Penerbitan kali ini mereka berkolaborasi dengan salah satu guru SMAN 02 Mukomuko, salah satu guru dan salah satu siswa SMPN 10 Bengkulu Tengah, siswa SMPN 20 Mukomuko, dan pengawas sekolah yang tergabung dalam tim KPL Suloe'. Menariknya buku kumpulan cerpen yang mereka terbitkan kali ini sangat berbeda dengan buku cerpen yang telah mereka terbitkan sebelumnya.

Dimana buku kumpulan cerpen yang berjudul 'Menggenggam Harapan' 195 halaman tersebut ditulis dengan tiga bahasa. Pertama Bahasa Indonesia, kedua menggunakan Bahasa Bengkulu Dialek Pekal, dan Bahasa Inggris. 

Kepala SMPN 18 Mukomuko, Lusiana, S.Sos, mengatakan, untuk penulisan buku kumpulan cerpen tiga bahasa dengan judul Menggenggam Harapan yang mereka terbitkan ini, memang berkolaborasi dengan beberapa sekolah. Termasuk SMPN 10 Bengkulu Tengah juga ikut berpartisipasi dalam penulisan buku kumpulan cerpen tiga bahasa tersebut.

BACA JUGA:Lowongan Kerja Sejumlah Perusahaan di Mukomuko, Pemanen hingga Kasir

BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Deteksi Dini Karhutla di Mukomuko

Untuk penerbitan sendiri masih sama dengan penerbit sebelumnya. Yaitu masih penerbit lokal yang ada di Kota Bengkulu. Namun, ia, memastikan dari segi penulisan dan alur Cerpen yang mereka tulis tidak kalah dengan buku-buku cerpen lain yang beredar di pasaran.

"Kalau buku cerpen yang mereka terbitkan tahun lalu, penulisannya hanya dilakukan oleh guru dan siswa SMPN 18 Mukomuko. Tahun ini kami coba kolaborasi dengan guru di SMAN 02 Mukomuko, Kepala Sekolah SMPN 16 Mukomuko, salah satu guru dan siswa yang ada di SMPN 10 Kabupaten Bengkulu Tengah, seorang siswi SMPN 20 Mukomuko dan Pengawas sekolah dalam KPL Suloe," ungkap Lusiana tempo hari.

Dilanjutkannya, kegiatan ini sebenarnya adalah salah satu program unggulan literasi sekolah, yang secara konsisten mendorong warga sekolah untuk aktif berkarya dan menumbuhkan kecintaan terhadap dunia menulis.

Kemudian secara tidak langsung program ini juga menarik dan menumbuhkan minat warga sekolah untuk meningkatkan literasi. Dengan diterbitkannya buku cerpen dengan judul 'Menggenggam Harapan' tiga bahasa ini.

Kedepan diharapkan mampu memberikan semangat baru dalam kegiatan tulis menulis di lingkungan sekolah. Meski dimulai dari hal yang sederhana dan hal yang biasa. Menulis bukan sekadar hobi, melainkan kebiasaan yang bisa diasah dan diasuh sejak dini. Dia juga mengajak para penulis untuk berani menulis dengan menuangkan perasaan melalui tulisan.

"Kami juga berharap, karya-karya kecil dari sekolah ini tidak hanya menjadi buku yg tersimpan di rak dan lemari. Tetapi juga mendapat dukungan dan perhatian untuk menjadi bagian dari jejak kemajuan pendidikan daerah. Dan berharap sedikit perhatian. tidak hanya penghargaan tetapi ruang untuk berkarya, pembinaan, fasilitas penerbitan, serta dukungan terhadap penyebarluasan buku-buku karya siswa dan guru ini," paparnya.

Adapun nama-nama dewan guru dan siswa yang ikut berpartisipasi dalam penulisan buku cerpen tiga bahasa dengan judul Menggenggam Harapan ini. Yaitu, Lusiana, S.Sos, Sutriani, S.Pd, Kusnin, S.Pd, TPd, Wardhaniasih, M.Pd, Eka Susita, M.Pd, Mulyani, S.S, Yulita Henrawati, S.Pd, Rudi Andeka, S.pd. Kemudian nama siswa-siwi yang ikut terlibat yaitu, Mauza, Rizka, Laila, Zeldha dan Flora.*

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: