Tinjau Kesiapan Kopdes Merah Putih, Disperindag Mukomuko Mulai Turun Pendataan
Kopdes merah putih -amris-
RADARMUKOMUKO.COM - Diperkirakan tidak lama lagi Koperasi Desa (Kopdes) merah putih mulai bergerak. Terlihat dari sudah berdatangan peralatan pendukung operasional bisnis, seperti rak-rak tempat barang, kursi meja hingga almari.
Tidak menutup kemungkinan, kendaraan operasional berupa mobil truk, pic up hingga motor roda tiga juga akan didatangan.
Menindaklanjuti hal ini, Dinas perindustrian, perdagangan, Koperasi dan Usaha kecil menengah (Disperindagkop-UKM) juga mulai bergerak.
Dalam waktu dekat akan menurunkan tim untuk pendataan pekakas yang sudah masuk serta melihat kesiapan bangunan untuk dioperasikan. Pasalnya dari 150 bangunan Kopdes, sebanyak 90 unit dikabarkan sudah selesai total dibangun.
Kepala Disperindagkop Kabupaten Mukomuko Safriadi, SH mengatakan, tim manager bisnis Kopdes yang sebelumnya ditugaskan sudah habis kontrak.
Maka sekarang mau tidak mau Disperindagkop-UKM harus turun langsung ke lapangan untuk peninjauan kesiapan Kopdes. Paling penting mereka perlu mengecek dan mendata peralatan yang sudah masuk.
"Kami nanti akan turun langsung meninjau masing-masing Kopdes, karena sesuai laporan sebanyak 90 Kopdes, itu sudah siap bangunannya," kata Sfariadi.
BACA JUGA:Belanda Lakukan Blokade Laut Setelah Indonesia Merdeka
BACA JUGA:6 Pelaku UMKM Kuliner Khas Daerah Sambal Lokan Difasilitasi Urus Izin BPOM
Lanjutnya, untuk peralatan yang datang ini harus dicek, karena ada beberapa pengurus koperasi keberatan saat serah terima dari pihak pengantar. Alasannya rak-rak, lemari maupun meja yang datang tidak diketahui pasti merek dan spacenya seperti apa.
Ini memang bisa dimaklumi, karena dari pusat sendiri belum ada, keterangan soal barang yang akan masuk ke bangunan koperasi.
"Informasinya, merek dari barang yang masuk ini tidak jelas dan spek atau ukurannya juga tidak ada petunjuk apakah sudah sesuai atau belum. Maka kami juga perlu mengecek kondisinya.
Pengurus atau pihak desa, takut memberi tanda terima begitu saja, takut nanti, kalau tidak sesuai, mereka yang dituntut tanggungjawab," tegas Safriadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: