Petani Mukomuko Soroti Harga Sawit, Nilai Jual Masih Tertinggal dari Daerah Lain

Petani Mukomuko Soroti Harga Sawit, Nilai Jual Masih Tertinggal dari Daerah Lain

Harga TBS--

 

RADARMUKOMUKO.COM - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Kabupaten Mukomuko masih berada di kisaran Rp2.500 hingga Rp2.800 per kilogram pada pekan terakhir Juli 2026. Harga tersebut relatif stabil dalam satu bulan terakhir, namun dinilai belum memberikan kepuasan bagi para petani karena masih berada di bawah harga yang berlaku di sejumlah daerah lain.

Perbedaan harga yang cukup mencolok membuat petani mulai membandingkan nilai jual sawit di Mukomuko dengan kabupaten maupun provinsi lain. Kemudahan mengakses informasi melalui internet dan media sosial membuat perkembangan harga sawit di berbagai daerah dapat diketahui dengan cepat.

Salah seorang petani sawit, Suwarjo, mengatakan harga sawit di Mukomuko cenderung stagnan di bawah Rp3.000 per kilogram. Sementara itu, di sejumlah daerah penghasil sawit seperti Jambi maupun Sumatera Selatan, harga TBS sudah menembus angka di atas Rp3.000 per kilogram.

 Harga sawit di Mukomuko masih berkisar di bawah Rp3.000 per kilogram. Kalau dibandingkan dengan Jambi atau Palembang, di sana harganya sudah lebih tinggi,  ujarnya.

BACA JUGA:Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Fitri Meninggal Dunia, Sakit Jantung Sempat Dirawat Satu Minggu Di Rumah Sakit

BACA JUGA:Penguatan Kaderisasi Jadi Fokus DTD Banser dan Garfa di Mukomuko

Di lapangan, harga yang diterima petani juga dipengaruhi sejumlah faktor. Kondisi jalan menuju kebun, jarak angkut ke tempat penampungan atau pabrik, serta kualitas buah menjadi penentu besaran harga. Semakin jauh lokasi kebun dan semakin sulit aksesnya, harga yang diterima petani umumnya semakin rendah.

Secara umum, harga TBS di Provinsi Bengkulu berada pada kisaran Rp2.800 per kilogram berdasarkan pemantauan di lapangan. Sementara itu, ketetapan harga resmi pemerintah provinsi mencapai sekitar Rp3.465 per kilogram, meski realisasi transaksi di tingkat pabrik maupun pengepul masih bervariasi antara Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram.

Di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS), harga TBS petani swadaya bergerak pada kisaran Rp2.750 hingga Rp3.350 per kilogram. Adapun petani plasma memperoleh harga antara Rp2.751 hingga Rp3.972 per kilogram, bergantung pada kualitas buah, umur tanaman, dan kebijakan masing-masing perusahaan.

Data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) periode 20 26 Juli 2026 menunjukkan Bengkulu berada di peringkat ke-13 dari 22 provinsi dengan harga penetapan TBS sebesar Rp3.345 per kilogram. Posisi tersebut masih berada di bawah sejumlah provinsi sentra sawit seperti Sumatera Barat yang mencatat harga tertinggi Rp3.972 per kilogram, Sumatera Utara Rp3.966 per kilogram, Riau Rp3.930 per kilogram, Jambi Rp3.929 per kilogram, dan Sumatera Selatan Rp3.846 per kilogram.

Melihat kondisi tersebut, petani berharap terdapat langkah untuk memperkecil selisih harga antara Mukomuko dengan daerah lain. Mereka menilai harga yang lebih kompetitif akan meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga semangat dalam mengelola perkebunan kelapa sawit yang menjadi salah satu sektor andalan perekonomian daerah.*

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: