Pasca Kasus Pembunuhan, Warung Tuak Di Wilayah Lubuk Pinang Disikat Habis

Pasca Kasus Pembunuhan, Warung Tuak Di Wilayah Lubuk Pinang Disikat Habis

warung tuak di lubuk pinang--

 

RADARMUKOMUKO.COM - Belum lama ini, warga Kabupaten Mukomuko dihebohkan oleh dugaan pembunuhan tragis terhadap seorang pelajar SMAN asal Desa Ranah Karya Kecamatan Lubuk Pinang.

Pelaku berinisial SY yang juga berasal dari Desa Ranah Karya diduga dalam pengaruh minuman keras jenis tuak saat melakukan aksinya.

Kejadian ini berimbas pada usaha warung tuak di wilayah tersebut, dimana pada selasa 29 september 2026, seluruh warung tuak yang tersebar di wilayah Lubuk Pinang disikat habis oleh tim gabungan dari kecamatan, Dinas Satpol PP, kepolisian, babinsa, KUA, kades dan unsur lainnya.

Setidaknya ada lima warung tuak yang diminta stop beroperasi di wilayah 3 desa, yaitu Desa Lubuk Pinang, Arah Tiga dan Ranah Karya.

Camat Lubuk Pinang, Darmadi, SE, membenarkan adanya kegiatan penertiban terhadap warung tuak di wilayahnya.

BACA JUGA:Polres Mukomuko Ringkus Terduga Pelaku Pembunuhan Pelajar yang Ditemukan di Pantai, Begini Kronologinya

BACA JUGA:Ditinjau KPPN Mukomuko dan Kanwil DJPB Provinsi Bengkulu, KDMP Siap Beroperasi

Kegiatan langsung dipimpin Kadis Satpol PP dan camat sendiri, bersama dengan pihak kepolisian, kades, KUA dan unsur lainnya.

Ada lima warung tuak yang ditutup dan dilakukan penyitaan terhadap menuman keras yang ada di sana. 

Ia juga mengakui, kegiatan ini selain dalam rangka menjaga kondisi lingkungan dan kenyamanan masyarakat, juga tanggapan tegas atas peritiwa pembunuhan beberapa hari lalu.

"Inikan merusak masyarakat atau generasi kita, pelaku yang membunuh korban informasinya dalam pengaruh minuman tuak. Maka dengan ditutupnya warung tuak ini, kita berharap kondisi lingkungan lebih aman," katanya.

Karena sudah ditutup lanjutnya, maka diminta kepada para pemilik warung untuk tidak lagi buka, karena dapat mengganggu ketertiban umum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: