Pembagian BLT-DD Mulai Diarahkan Dilakukan Setiap Bulan
BLT-DD--
RADARMUKOMUKO.COM – Mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di sejumlah desa dinilai mulai bergeser dari anjuran pemerintah.
Meski Dana Desa (DD) kini disalurkan dalam dua tahap setiap tahun, masih banyak pemerintah desa yang membagikan BLT-DD secara rapel setiap tiga bulan sekali. Padahal, penyaluran bantuan tersebut dianjurkan dilakukan setiap bulan agar manfaatnya lebih cepat dirasakan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Hal tersebut disampaikan Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Mukomuko, Jasman, ST, saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Desa Sido Makmur, Kecamatan Air Manjuto, Rabu (8/7).
Menurut Jasman, sejak beberapa tahun terakhir pemerintah telah mendorong agar BLT-DD disalurkan setiap bulan. Pengecualian hanya berlaku pada awal tahun karena Dana Desa umumnya baru mulai ditransfer pada Maret atau April.
“Dianjurkan penyaluran BLT-DD setiap bulan, kecuali awal tahun, karena DD biasanya baru ditransfer pada Maret atau April,” ujar Jasman.
BACA JUGA:Masyarakat Mulai Menjerit, Harga BBM Eceran Tembus Rp 20 Ribu Per Liter
BACA JUGA:Posisi Matahari Tepat Di Atas Kakbah, Saatnya Mengecek Arah Kiblat Di Rumah dan Masjid
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 penyaluran Dana Desa dilakukan dalam dua tahap. Memasuki Juli, hampir seluruh desa di Kabupaten Mukomuko telah menerima transfer Dana Desa tahap kedua. Dengan kondisi tersebut, menurutnya tidak ada lagi alasan untuk menunda penyaluran BLT-DD hingga beberapa bulan.
“Daripada uangnya hanya mengendap di rekening desa, lebih baik BLT dibagikan setiap bulan. Selain lebih bermanfaat bagi masyarakat, penyaluran rutin juga menjadi bagian dari progres penggunaan Dana Desa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sido Makmur, Fawzi Amir Asy-sya’bi, SE, mengakui bahwa hingga saat ini penyaluran BLT-DD di desanya baru terealisasi sampai bulan Mei. Selama ini pemerintah desa memilih membagikan bantuan setiap tiga bulan sekali agar penerima memperoleh uang dalam jumlah lebih besar dalam satu kali pencairan.
“Biasanya kami membagi BLT-DD per tiga bulan. Setelah ada masukan dari Koordinator TAPM, kami akan mempertimbangkan untuk menyalurkan BLT-DD setiap bulan,” ungkap Fawzi.
Program BLT-DD sendiri mulai diberlakukan pada tahun 2020 sebagai respons pemerintah terhadap dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19. Saat itu, bantuan tersebut menjadi bagian dari jaring pengaman sosial bagi masyarakat desa yang terdampak pandemi.
Seiring berjalannya waktu, BLT-DD tetap dipertahankan sebagai program penanganan kemiskinan, khususnya bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem di desa. Sasaran program ini adalah keluarga yang belum menerima bantuan sosial pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: