Sejarah Perang Saparua di Ambon

Sejarah Perang Saparua di Ambon

Perang diponegoro perang jawa-Radar Mumuko-net, istimewa radar mukomuko

RADARMUKOMUKO.COM - Sikap bangsa Eropa ingin memonopoli hasil bumi seperti rempah di Indonesia sangat menyakiti rakyat. Seperti di Maluku, kolonial Belanda menerapkan berbagai kebijakan yang menyengsarakan bangsa Indonesia seperti kewajiban kerja paksa, penyerahan hasil kelautan, memberhentikan guru demi kehematan, menjadikan kawula muda sebagai tentara, dan ketidakmauan Belanda untuk membayar terhadap perahu yang dipesannya.

Menghadapi hal tersebut, para tokoh dan pemuda di Maluku sepakat melawan kekejaman kolonial Belanda. Terjadilah perang antara Belanda dibawah pimpinan Van den Berg dengan Maluku dibawah komando Christina Matrha Tiahahu, Thomas Pattiwwail, dan Lucas Latumahina, yang mana Indonesia mampu menguasai Benteng Duurstede.

Belanda meminta bantuan dari Ambon lewat jalur perairan tetapi digagalkan oleh pasukan Pattimura. Dengan datangnya bantuan dari Batavia maka Belanda membawa semua pasukannya untuk merebut benteng Duurstede dan naasnya benteng tersebut bisa kembali dikuasai Belanda, sehingga sisa pasukan Pattimura berusaha untuk meloloskan diri dari tangan Belanda.

BACA JUGA:Mengenang Perang Jagaraga di Bali Tahun 1841

BACA JUGA:Sejarah Perang Aceh, Pasukan Jihad Membuat Belanda Kelabakan

Untuk menangkap Pattimura, maka Belanda membuat sayembara, dimana siapa yang mampu menangkap Pattimura akan diberi hadiah 1000 gulden. 

Selama 6 bulan melakukan perlawanan, akhirnya Pattimura tertangkap dan pada 16 Desember 1817 Pattimura dihukum gantung di alun-alun kota Ambon sedangkan pimpinan lainnya seperti Christina Martha Tiahahu dibuang ke Jawa untuk bekerja rodi.*

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: