Perundingan Antara Iran dan Amerika Serikat AS Gagal Capai Kesepakatan

Perundingan Antara Iran dan Amerika Serikat AS Gagal Capai Kesepakatan

iran amerika--

 

RADARMUKOMUKO.COM - Seperti diketahui, setelah perang panjang yang menghancurkan dan melelahkan, Amerika Serikat (AS) dan Iran melakukan gencatan senjata menempuh upaya diplomasi.

Namun informasi terbaru, dilansir dari berbagai sumber, masing-masing perwakilan dua negara ini meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan setelah menjalani negosiasi maraton selama 21 jam.

Dikutib dari beritasatu,  Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan menyebut kegagalan tersebut terjadi karena Iran tidak bersedia menerima sejumlah persyaratan utama yang diajukan Washington, termasuk komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

BACA JUGA:BPJS Ketenagakerjaan Buka Lowongan Karyawan Baru

BACA JUGA:MUI Tanggapi Video Viral Di Medsos, Al-Qur'an Dinjak-injak

"Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat," kata Vance.

"Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kita telah menjelaskan dengan sangat jelas apa garis merah kita," lanjutnya.

Vance juga mengungkapkan, dirinya berkomunikasi intens dengan Presiden AS Donald Trump selama proses negosiasi, termasuk melakukan pembicaraan hingga enam kali.

Pertemuan yang berlangsung di Islamabad ini menjadi kontak langsung pertama antara AS dan Iran dalam lebih dari satu dekade, sekaligus diskusi tingkat tinggi sejak Revolusi Islam 1979. 

BACA JUGA:ASN Dilarang Mudik atau Pulang Kampung Saat Kerja Dari Rumah

BACA JUGA:Makanan untuk Kesehatan Rahim: Kaya Antioksidan dan Nutrisi Penting!

Hasil perundingan tersebut dinilai krusial karena berpotensi menentukan kelanjutan gencatan senjata yang masih rapuh, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi sekitar 20% pasokan energi global. Penutupan jalur ini oleh Iran sejak konflik berlangsung telah memicu lonjakan harga minyak dunia dan menyebabkan ribuan korban jiwa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: