Terdampak Longsor, Bangunan Rawat Inap Puksesmas Lubuk Pinang Terancam Terjun ke Jurang

Terdampak Longsor, Bangunan Rawat Inap Puksesmas Lubuk Pinang Terancam Terjun ke Jurang

Terdampak Longsor, Bangunan Rawat Inap Puksesmas Lubuk Pinang Terancam Terjun ke Jurang--

 RADARMUKOMUKO.COM – Terdampak longsor, bangunan gedung rawat inap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Lubuk Pinang, terancam terjun ke sungai. 

Jarak antara bangunan rawat inap dengan tepi sungai yang longsor bahkan tidak sampai satu meter. 

Pasalnya longsor ini telah terjadi sejak lama dan belum pernah ditindak lanjuti oleh pihak-pihak terkait. 

Sehingga kian hari, tanah yang terus tergerus semakin dekat dengan bangunan Puskesmas. 

Masyarakat di Kecamatan Lubuk Pinang, resah dan khawatir dengan kondisi tersebut. Karena jika tidak segera ditanggapi oleh pemerintah, longsor semakin meluas. 


Terdampak Longsor, Bangunan Rawat Inap Puksesmas Lubuk Pinang Terancam Terjun ke Jurang--

Kepala Puskesmas Kecamatan Lubuk Pinang, Bayu Arfina Faridawati, S.Kep, ketika dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. 

Ia mengatakan, longsor berada di tepi sungai buangan di belakang gedung rawat inap Puskesmas Lubuk Pinang. Kian hari, tanah dilokasi longsor terus tergerus akibat pengikisan air sungai ketika sedang meluap. 

Akibatnya posisi titik longsor dengan bangunan gedung Puskesmas semakin dekat. Bahkan posisi saat ini jarak gedung rawat inap dengan titik longsor tinggal sekitar satu meter.

“Ya benar ada longsor di belakang gedung rawat inap Puksesmas. Bahkan longsor ini sudah cukup lama, dan sampai sekarang terus terjadi,”katanya.

Ditanya soal usulan, Bayu mengatakan, usulan penanganan longsor telah disampaikan ke pemerintah daerah. Selaku kepala Puskesmas, tentu ia tidak ingin berdiam diri dan wajib menyampaikan serta berkoordinasi agar ada penanganan. 

Namun memang sampai sekarang belum ada penanganan longsor tersebut. Sehingga kian hari jurang semakin dekat dengan bangunan Puskesmas. 

Untuk itu ia tetap berharap kedepan ada tindakan penanganan, mungkin semacam pemasangan pelapis tebing atau brondong agar tidak terjadi pengikisan tanah secara terus-menerus.

“Kalau usulan penanganan longsor sudah sering kita sampaikan, karena memang kewajiban dan bentuk kepedulian kita terhadap Puskesmas,”tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: