Ini Alasan Harga Kebutuhan Pokok di Indonesia Diatur Pasar, Bukan Pemerintah
Ini Alasan Harga Kebutuhan Pokok di Indonesia Diatur Pasar, Bukan Pemerintah-RADARMUKOMUKO.COM - -Sumber Ai
RADARMUKOMUKO.COM - Di Indonesia, harga kebutuhan pokok tidak sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah, melainkan bergerak mengikuti dinamika permintaan dan penawaran yang terus berubah. Sistem ini menjadi bagian dari mekanisme ekonomi yang diterapkan, di mana pasar berperan besar dalam menentukan harga, sementara pemerintah bertindak sebagai pengawas.
Di berbagai kota hingga pelosok desa, pedagang menjadi aktor utama yang merespons kondisi lapangan secara langsung. Ketika pasokan terganggu akibat cuaca buruk atau distribusi terhambat, harga cenderung naik. Sebaliknya, saat panen melimpah, harga biasanya turun karena ketersediaan barang meningkat.
Mengapa Harga Tidak Sepenuhnya Diatur Pemerintah?
Menurut Dr. Rina Setyawati, ekonom dari Universitas Indonesia, keputusan ini didasarkan pada efisiensi sistem ekonomi.
“Pasar memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan. Jika harga dikontrol ketat, bisa muncul distorsi seperti kelangkaan barang atau pasar gelap,” ujarnya dalam diskusi ekonomi awal 2025.
Pengalaman Indonesia juga menunjukkan bahwa intervensi berlebihan justru dapat menimbulkan masalah baru. Ketika harga ditetapkan terlalu rendah, produsen sering kali enggan memproduksi karena keuntungan tidak sebanding dengan biaya.
Peran Pemerintah Tetap Ada
Meski harga mengikuti mekanisme pasar, pemerintah tidak sepenuhnya lepas tangan. Melalui Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional, negara menetapkan harga acuan atau Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk menjaga stabilitas.
Dalam praktiknya, harga tetap bisa bergerak, namun tidak boleh melampaui batas tertentu yang merugikan masyarakat.
“Negara hadir sebagai pengawas dan penyeimbang, bukan penentu harga mutlak,” ujar Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional, dalam pernyataan resmi tahun 2024.
BACA JUGA:Harga Sembako Terus Naik? Ini Cara Cerdas Ibu Rumah Tangga Mengatur Keuangan Harian
Faktor Geografis Jadi Tantangan
Salah satu alasan utama harga tidak diseragamkan adalah kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam. Dengan ribuan pulau dan infrastruktur yang berbeda, biaya distribusi sangat memengaruhi harga barang.
Sebagai contoh, harga beras di Pulau Jawa bisa jauh berbeda dibandingkan di wilayah Papua atau Maluku karena perbedaan ongkos logistik. Penyeragaman harga secara nasional akan sulit dilakukan tanpa membebani anggaran negara secara besar.
Dampak bagi Petani dan Produsen
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: kementerian perdagangan ri