Ini Jenis-Jenis Penyakit Sawit yang Perlu Diketahui
Ini Jenis-Jenis Penyakit Sawit yang Perlu Diketahui--
RADARMUKOMUKO.COM - Ancaman kebun kelapa sawit yang membentang dari Sumatera hingga Kalimantan, kerap datang tanpa suara. Daun yang menguning, batang yang perlahan membusuk, atau pucuk yang tak lagi tegak sering kali menjadi tanda awal dari persoalan yang lebih besar.
Bagi para petani, penyakit sawit bukan sekadar gangguan tanaman, melainkan bayang-bayang kerugian yang dapat memengaruhi hasil panen, pendapatan keluarga, hingga keberlanjutan usaha perkebunan.
Kelapa sawit sebagai komoditas unggulan Indonesia memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional.
Namun, di balik kontribusinya yang besar terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja, tanaman ini rentan terhadap berbagai penyakit. Serangan patogen dapat terjadi di pembibitan maupun pada tanaman menghasilkan, terutama ketika pengelolaan kebun kurang optimal atau kondisi lingkungan mendukung perkembangan penyakit.
Salah satu penyakit paling merugikan adalah busuk pangkal batang yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense. Penyakit ini banyak ditemukan di sentra-sentra perkebunan sawit di Sumatera dan Kalimantan.
Biasanya menyerang tanaman berusia lebih dari lima tahun, meski tak jarang pula ditemukan pada tanaman muda. Gejalanya tampak dari daun yang layu dan menguning, pelepah yang menggantung, hingga munculnya tubuh buah jamur di pangkal batang.
“Ganoderma menjadi momok terbesar di perkebunan sawit karena sulit dideteksi sejak dini dan penyebarannya cepat melalui sisa akar atau tanah yang terinfeksi,” ujar Dr. Rudi Hartono, peneliti patologi tanaman dari sebuah lembaga riset pertanian di Bogor.
Ia menjelaskan bahwa jamur tersebut menyerang jaringan dalam batang sehingga merusak sistem pengangkutan air dan nutrisi. Akibatnya, tanaman kehilangan vitalitas dan akhirnya mati. Upaya pengendalian biasanya dilakukan dengan sanitasi lahan, penggunaan bibit sehat, serta pengelolaan sisa tanaman secara ketat.
Selain busuk pangkal batang, penyakit busuk pucuk juga perlu diwaspadai. Penyakit ini umumnya menyerang tanaman muda di pembibitan atau di fase awal tanam.
Penyebabnya dapat berupa infeksi jamur atau bakteri, terutama ketika kelembapan tinggi dan drainase buruk. Pucuk tanaman tampak membusuk dan mudah dicabut, disertai bau tidak sedap. Jika tidak segera ditangani, bibit yang terinfeksi akan mati dan mengurangi populasi tanaman di kebun.
Di wilayah dengan curah hujan tinggi, penyakit bercak daun kerap muncul pada fase pembibitan. Jamur seperti Curvularia dan Helminthosporium menjadi penyebab utama.
Daun menunjukkan bercak cokelat kehitaman yang meluas, mengganggu proses fotosintesis. Meski jarang menyebabkan kematian, serangan berat dapat menghambat pertumbuhan bibit.
Pengaturan jarak tanam, sirkulasi udara yang baik, dan aplikasi fungisida sesuai anjuran menjadi langkah pengendalian yang lazim dilakukan.
Penyakit lainnya yang tak kalah penting adalah antraknosa. Serangan ini ditandai dengan bercak-bercak hitam pada daun yang dapat menyatu menjadi area luas. Pada kondisi ekstrem, daun mengering sebelum waktunya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: