Dana Desa Sudah Dialihkan Dari Pusat, Pemdes Pastikan Tidak Ada Pembangunan Fisik

Dana Desa Sudah Dialihkan Dari Pusat, Pemdes Pastikan Tidak Ada Pembangunan Fisik

pembangunan di desa-Radar Mumuko-

 

RADARMUKOMUKO.COM - Dana desa (DD) yang diterima pemerintah desa pada tahun ini sangat tipis, karena sebagian besar peruntukannya sudah ditentukan pusat, seperti untuk koperasi merah putih.

Maka hampir sebagian desa di Mukomuko memastikan tahun ini tidak ada pembangunan fisik yang dilakukan.

Salah satunya di Desa Sungai Lintang, Kecamatan V Koto, dipastikan tidak melaksanakan program pembangunan fisik yang bersumber dari Dana Desa.Tahun Anggaran (TA) 2026.

Nihilnya pembangunan fisik akibat penyusutan besaran DD. Dimana untuk besaran DD Sungai Lintang hanya sekitar Rp 224.206.000,00.

Dengan besaran itu, tentu habis dengan program prioritas lain, terlebih yang bersifat wajib. Diantaranya seperti program penanganan stunting, ketahanan pangan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan lainnya.

Kades Sungai Lintang, Ariyanto, mengatakan, sama seperti desa lain, besaran DD Sungai Lintang juga menyusut drastis. 

Dimana DD Sungai Lintang TA 2026 hanya Rp 224 juta, hanya sekitar 30 persen dibanding tahun lalu.

BACA JUGA:Asal-Usul dan Sejarah Bolu Pandan: Kenangan Tradisional yang Tetap Eksis

BACA JUGA:Dinas Perdagangan Mukomuko Akan Turun Cek Keakuran Timbangan Milik Perusahaan

Dampak pengurangan DD sangat terasa oleh pihak desa, terlebih soal realisasi kegiatan. Akibat penyusutan besaran DD, program kerja tentu tidak akan semaksimal tahun-tahun sebelumnya. Bahkan beberapa program kerja batal direalisasikan, termasuk pembangunan fisik.

"DD jauh menyusut dibanding tahun lalu dan pasti berdampak pada program kegiatan,”tuturnya.

Lanjut Kades, oleh sebab itu pihaknya dari pemerintah desa tahun ini memastikan tidak ada pembangunan fisik yang bersumber dari DD. Karena setelah dirancang, anggaran DD tahun ini tidak mampu untuk mengcover pembangunan fisik. 

Sehingga program kegiatan hanya fokus ke prioritas lain. Diantaranya seperti program penanganan stunting, ketahanan pangan, BLT-DD dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: