Mana Duluan Ayam atau Telur? Begini Jawabannya Menurut Abu Nawas dan Ilmuan
Mana Duluan Ayam atau Telur? Begini Jawabannya Menurut Abu Nawas dan Ilmuan--
RADARMUKOMUKO.COM - Pertanyaan mana duluan ayam atau telur, sekian lama menjadi perdebatan. Kebanyakan orang menganggap lelucon semata, orang yang menjawab diketawai sok pintar.
Namun, pertanyaan ini menjadi serius ketika Stephen Hawking, salah satu orang dengan IQ tertinggi di dunia, mulai membawa masalah ayam dan telur ini lebih serius.
Stephen Hawking mengatakan bahwa yang duluan ada adalah telur. Semua orang saat itu percaya padanya begitu saja karena ia dianggap pintar.
Jawabannya telur duluan sama dengan jawaban dalam cerita Abu Nawas yang memberi jawaban dihadapan Raja Harun al-Rasyid.
Ceritanya, Raja Harun al-Rasyid mendapati bahwa ayam betinanya bertelur. Atas rasa syukurnya tersebut, sang Raja mengadakan sayembara bagi yang bisa menjawab “ayam sama telur duluan mana?” akan mendapatkan satu pundi emas.
Namun apabila penjawab tidak sanggup mempertahankan jawaban tersebut di hadapan raja, maka resikonya adalah hukuman penjara.
Alhasil, hanya 4 peserta saja yang mengikuti sayembara tersebut, termasuk Abu Nawas. 3 peserta pertama tidak sanggup memuaskan pikiran Raja. Lalu saat giliran Abu Nawas, ia menjawab “yang pasti telur dulu, baru ayam” ujarnya.
Tentu ini membuat Raja Harun al-Rasyid penasaran dan meminta penjelasan. “Begini Baginda, ayam bisa mengenal telur, sebaliknya telur tidak mengenal ayam”, begitulah jawaban singkat dari Abu Nawas.
Jawaban tersebut ternyata tidak bisa disanggah kembali oleh sang Raja, sehingga Abu Nawas yang berhak mendapatkan hadiah emas tersebut.
Jawaban Abu Nawas inilah yang cukup cerdas sehingga tidak mampu dibalas kembali. Namun tentu saja jawaban tersebut tidak menjawab apapun, karena hanya permainan kata saja.
Soal pertanyaan ini, para ilmuwan telah menemukan fakta lain. Beberapa ilmuan memberi penjelasan, karena teka-teki unik ini sempat diteliti oleh peneliti Sheffield University dan Warwick University, Inggris.
Melansir dari almasoem.sch.id, ilmuwan yang bernama Dr. Colin Freeman dari Sheffield University ini sampai menggunakan super-computer bernama HECToR (High End Computing Terascale Resource). Super-computer ini dimiliki oleh UK Science Research Council dari Sheffield University.
HECToR ini kemudian diatur untuk memberikan hasil pengujian dari inti tertentu dan sejenis protein bernama Overledidin (OC-17) hanya selama satu pekan saja.
Protein ini ternyata punya peran penting bagi pertanyaan ini, karena protein jenis OC-17 adanya dari sel ovarium ayam betina dan menjadi bagian paling vital dalam sel dalam telur. Nah, munculnya protein ini akan memancing lahirnya pembentuk cangkang telur (calcite crystals).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: