Ini Perbedaan Sakit Asam Urat dan Rematik

Ini Perbedaan Sakit Asam Urat dan Rematik

Ini Perbedaan Sakit Asam Urat dan Rematik--

RADARMUKOMUKO.COM - Rasa nyeri pada persendian sering kali datang tanpa aba-aba. Ia bisa muncul saat pagi belum sepenuhnya terang atau justru ketika malam menutup hari dengan dingin. Banyak orang menyebutnya rematik, sebagian lain yakin itu asam urat. 

Padahal, di balik keluhan yang tampak serupa, terdapat dua kondisi berbeda dengan penyebab, perjalanan penyakit, dan penanganan yang tidak sama. 

Memahami perbedaan sakit asam urat dan rematik menjadi langkah awal agar penderitaan tidak berlarut dan salah langkah dalam pengobatan dapat dihindari.

Di berbagai daerah di Indonesia, keluhan nyeri sendi kerap dialami oleh orang dewasa hingga lanjut usia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dokter mencatat kecenderungan usia penderita yang semakin muda. 

Pola makan, gaya hidup, serta kurangnya aktivitas fisik disebut berperan besar. “Banyak pasien datang dengan keluhan yang sama, tetapi latar belakang penyakitnya berbeda. Inilah mengapa diagnosis yang tepat sangat penting,” ujar dr. Andi Pratama, SpPD, seorang dokter spesialis penyakit dalam di Jakarta.

Asam urat, atau gout, merupakan kondisi yang terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Zat ini terbentuk dari pemecahan purin, senyawa yang secara alami terdapat dalam tubuh dan juga berasal dari makanan tertentu seperti jeroan, makanan laut, serta daging merah.

Ketika kadar asam urat berlebih, kristal-kristal kecil dapat mengendap di persendian, memicu peradangan hebat. Nyeri biasanya datang mendadak, sering kali menyerang satu sendi, terutama pada jempol kaki, dan disertai pembengkakan serta rasa panas.

Berbeda dengan  rematik,  lebih sering merujuk pada rheumatoid arthritis, sebuah penyakit autoimun. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sendi sendiri. 

Akibatnya, peradangan berlangsung kronis dan dapat menyerang banyak sendi secara simetris, seperti kedua pergelangan tangan atau kedua lutut. Rasa nyeri pada rematik cenderung disertai kaku sendi di pagi hari yang berlangsung lebih dari satu jam. 

“Pasien rematik biasanya mengeluh sulit menggerakkan sendi setelah bangun tidur, dan keluhan itu baru mereda setelah beraktivitas,” jelas dr. Andi.

Perbedaan lain terlihat dari perjalanan penyakitnya. Serangan asam urat umumnya bersifat episodik. Nyeri bisa sangat hebat dalam beberapa hari, lalu mereda, tetapi dapat kambuh jika pemicunya tidak dikendalikan. 

Sementara itu, rematik berjalan perlahan namun progresif. Jika tidak ditangani dengan baik, peradangan kronis pada rematik dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen dan penurunan kualitas hidup yang signifikan.

 

Dari sisi penyebab, asam urat sangat dipengaruhi oleh faktor metabolik dan gaya hidup. Konsumsi makanan tinggi purin, kebiasaan minum alkohol, obesitas, serta gangguan fungsi ginjal menjadi faktor risiko utama. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: