Sungai Paling Jernih di Indonesia, Bak Kristal Bernama Kali Biru Yang Dijaga Buaya Putih
objek wisata unik kali biru-dokumen,net-
RADARMUKOMUKO.COM – Indonesia memiliki banyak objek wisata menarik dan unik, salah satunya terdapat sungai jernih di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Sungai bernama Kali biru ini menjadi sungai paling jernih yang ada di Indonesia. Penambakannya berwana biru bak Kristal sesuai dengan namanya Kali biru.
Sungai ini terletak di Kampung Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit, Raja Ampat Papua Barat. Sungai dengan air biru yang jernih ini, berada di tengah hutan yang masih asri.
Sebutan sungai terjernih di Indonesia, rasanya tidak berlebihan terhadap sungai satu ini. Pengunjung tidak perlu menyelam untuk melihat dasar sungai tersebut. Cukup berada di pinggirnya, maka akan terlihat seluruh dasar sungi. Bagian dasar sungai yang berisi bebatuan besar.
Dilansir dari berbagai sumber, dibalik keindahannya yang memukau, Kali biru juga dibumbui dengan berbagai cerita legenda rakyat.
BACA JUGA:Harga Emas Naik Lagi, Antam Mencapai Rp 2.940.000 Satu Gram
BACA JUGA:Bupati Tegaskan Jabatan di Mukomuko Gratis, Mutasi Bebas Dari Praktik Transaksional
Ada aturan untuk datang ke Kali biru, karena Kali Biru Warsimbin telah menjadi tempat yang sakral bagi masyarakat adat setempat, tepatnya masyarakat suku Mayalibit.
Suku Mayalibit juga memiliki cerita tersendiri yang menyebut, bahwa dulunya kala sebelum pergi berperang, para prajurit penduduk sekitar di masa lampu berendam di sungai agar lebih kuat untuk menaklukkan musuh.
Legenda masyarakat lainnya menceritakan jika ada buaya putih yang tinggal di sungai ini. Buaya tersebut konon akan menampakkan wujudnya, sebagai petunjuk jika ada masyarakat yang melanggar hukum adat.
Kali Biru sendiri juga punya sebutan yang berbeda-beda di masyarakat setempat. Beberapa penduduk menyebutnya dengan Waiyal. Di mana Wai berarti ‘air’, sementara Yal artinya ‘tahu apa yang terjadi esok hari’.
Adapun penduduk lainnya menamai Kali Biru dengan Warabiar. Dalam bahasa Papua, Warabiar artinya jernih.
Saking disakralkan, meski kini sudah diperbolehkan adanya wisatawan yang berenang rupanya juga ada batasan titik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
