3 Jenis Mobil Panther yang Banyak Diburu

3 Jenis Mobil Panther yang Banyak Diburu

3 Jenis Mobil Panther yang Banyak Diburu--

RADARMUKOMUKO.COM - Di tengah derasnya arus kendaraan modern dengan fitur serba digital, nama Isuzu Panther justru tetap hidup di ingatan banyak orang. 

Mobil diesel legendaris ini masih setia melaju di berbagai sudut Indonesia, dari jalanan kota hingga lintasan antarkabupaten yang panjang dan melelahkan. Ketika produksi resminya telah dihentikan beberapa tahun lalu, minat terhadap Panther tidak ikut surut. 

Sebaliknya, sejumlah varian tertentu justru semakin diburu, baik oleh keluarga, pelaku usaha, maupun kolektor otomotif yang menaruh hormat pada ketangguhan mesin diesel Jepang tersebut.

Panther pertama kali mengaspal di Indonesia pada awal 1990-an dan dikenal sebagai kendaraan multiguna yang tangguh, irit, serta mudah dirawat.

 Di banyak daerah, mobil ini menjadi simbol keandalan, menemani perjalanan panjang, mengangkut keluarga besar, hingga menjadi tulang punggung usaha kecil. Hingga kini, ketika pasar mobil bekas semakin kompetitif, setidaknya ada tiga jenis Panther yang konsisten menjadi incaran.

Jenis pertama adalah Isuzu Panther Grand Touring. Varian ini menempati kasta tertinggi dalam keluarga Panther. Diperkenalkan pada era 2000-an, Grand Touring menawarkan kombinasi antara ketangguhan mesin diesel 2.500 cc dengan sentuhan kemewahan yang pada masanya terbilang menonjol. Interior berlapis kulit, wood panel, serta desain eksterior yang lebih elegan membuat mobil ini terasa berbeda dari Panther varian lain.

Menurut pengamat otomotif senior dari Jakarta, Budi Santoso, daya tarik Panther Grand Touring terletak pada keseimbangan fungsi dan prestise. “Mobil ini tidak hanya kuat, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kebanggaan bagi pemiliknya. 

Itu sebabnya harga bekasnya relatif stabil dan bahkan cenderung naik untuk unit yang terawat,” ujarnya. Di berbagai bursa mobil bekas, Grand Touring sering diburu oleh konsumen yang menginginkan mobil keluarga besar dengan karakter kuat dan tampilan berkelas.

Jenis kedua yang tak kalah diminati adalah Isuzu Panther LS dan LV. Varian ini dikenal sebagai Panther “pekerja keras” yang paling banyak ditemui di jalanan. Diproduksi dalam jumlah besar dan digunakan secara luas sejak akhir 1990-an hingga awal 2010-an, Panther LS dan LV menjadi pilihan utama keluarga menengah dan pelaku usaha di berbagai daerah.

Keunggulan utama varian ini terletak pada mesin diesel yang bandel, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta struktur bodi yang kokoh. Di wilayah pedesaan maupun perkotaan, Panther LS dan LV sering digunakan sebagai kendaraan niaga ringan, mobil perjalanan antarkota, hingga armada operasional. 

Ketua komunitas Panther Mania Indonesia wilayah Jawa Tengah, Agus Pranoto, menyebut bahwa varian ini memiliki nilai historis yang kuat. “Banyak anggota komunitas kami yang mempertahankan Panther LS atau LV karena mobil ini sudah seperti bagian dari keluarga. Dirawat dengan baik, mesinnya bisa bertahan puluhan tahun,” katanya.

Jenis ketiga yang kini semakin banyak diburu adalah Isuzu Panther kapsul generasi akhir. Diperkenalkan dengan desain lebih membulat dan modern, Panther kapsul menjadi generasi terakhir sebelum Isuzu menghentikan produksinya. Varian ini menawarkan peningkatan kenyamanan, suspensi yang lebih empuk, serta kabin yang terasa lebih senyap dibanding generasi sebelumnya.

Di pasar mobil bekas, Panther kapsul generasi akhir sering menjadi incaran konsumen yang menginginkan kompromi antara desain yang relatif modern dan mesin diesel konvensional yang sudah terbukti tangguh. 

Seorang pedagang mobil bekas di Surabaya, Rudi Hartono, mengatakan bahwa permintaan Panther kapsul cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. “Banyak pembeli mencari Panther kapsul karena desainnya masih relevan, tetapi mesinnya tetap sederhana dan mudah dirawat. Unit yang kilometer rendah biasanya langsung habis,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: