Bukan Karena Sering Ngintip, Ini Penyebab Mata Bintitan

Bukan Karena Sering Ngintip, Ini Penyebab Mata Bintitan

mata bintitan disebabkan-Ilustrasi-

 

RADARMUKOMUKO.COM - Suatu pagi, kelopak mata terasa berat dan nyeri. Saat bercermin, tampak benjolan kemerahan di tepi kelopak yang perlahan membesar. 

Kondisi yang kerap disebut bintitan ini sering kali disertai anggapan keliru di tengah masyarakat, seolah menjadi penanda perilaku tertentu. 

Padahal, dunia medis telah lama menjelaskan bahwa bintitan bukan persoalan mitos, melainkan reaksi tubuh terhadap gangguan kesehatan mata yang nyata dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Bintitan, atau dalam istilah medis disebut hordeolum, merupakan infeksi akut pada kelenjar minyak kecil di kelopak mata. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang masuk dan berkembang biak di sekitar akar bulu mata atau kelenjar sebasea. 

Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun kebiasaan tertentu yang kerap dilekatkan dalam cerita turun-temurun.

BACA JUGA:Benahi Jalan Gerbang Masuk RSUD Mukomuko, Pemda Gelontor Rp 1,5 Miliar

BACA JUGA:Sebaiknya Makan Buah Dulu Baru Makan Nasi atau Sebaliknya

Menurut dr. Rani Kusumawardani, Sp.M, dokter spesialis mata di Jakarta, bintitan lebih sering dipicu oleh faktor kebersihan dan kondisi tubuh. 

“Sebagian besar pasien datang dengan keluhan bintitan karena kebiasaan menyentuh mata dengan tangan yang tidak bersih, penggunaan kosmetik mata yang terkontaminasi, atau daya tahan tubuh yang sedang menurun,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa mitos seputar penyebab bintitan tidak memiliki dasar medis.

Faktor kebersihan menjadi pemicu utama. 

Tangan yang kotor, lensa kontak yang tidak dirawat dengan benar, serta kebiasaan mengucek mata dapat membuka jalan bagi bakteri masuk ke area sensitif kelopak mata. 

Di sisi lain, penggunaan kosmetik mata seperti maskara atau eyeliner yang sudah kedaluwarsa juga berisiko tinggi. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: