5 Dampak Kebiasaan Berbohong bagi Kesehatan, Salah Satunya Menyebabkan Obesitas

5 Dampak Kebiasaan Berbohong bagi Kesehatan, Salah Satunya Menyebabkan Obesitas--
RMONLINE.ID - Berbohong mungkin terlihat seperti jalan pintas yang mudah dalam berbagai situasi, namun penelitian terkini mengungkapkan bahwa kebiasaan ini dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental.
Berikut ini dampak kebohongan dapat mempengaruhi kesehatan kita dikutip dari alodokter.com
Tekanan Darah Tinggi: Ketika Kebohongan Menekan Pembuluh Darah
Stres yang timbul dari berbohong memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin secara berlebihan.
Hormon-hormon ini menyebabkan pembuluh darah menyempit dan jantung bekerja lebih keras, mengakibatkan peningkatan tekanan darah. Kondisi ini, jika berlangsung terus-menerus, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
BACA JUGA:Glass Beach California, Fakta Menarik Pemandangan Pantai Unik dari Sampah Plastik yang Memukau
BACA JUGA:Aroma Sabun Mandi Tahan Lama di Tubuh : Begini Cara Mandinya
Obesitas: Hubungan Antara Kebohongan dan Berat Badan
Stres kronis akibat berbohong dapat mempengaruhi pola makan seseorang. Peningkatan hormon kortisol mendorong tubuh untuk menyimpan lebih banyak lemak dan meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak.
Hal ini dapat mengakibatkan penambahan berat badan yang tidak sehat dan berujung pada obesitas.
Gangguan Kecemasan: Teror Tersembunyi di Balik Kebohongan
Berbohong menciptakan lingkaran setan kecemasan. Seseorang yang berbohong akan terus merasa khawatir kebohongannya terbongkar, mengakibatkan:
• Gangguan tidur
• Kesulitan berkonsentrasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: