11 Macam Tahun Baru di Indonesia dan Dunia, Ternyata Bukan Saja 1 Januari

11 Macam Tahun Baru di Indonesia dan Dunia, Ternyata Bukan Saja 1 Januari

11 Macam Tahun Baru di Indonesia dan Dunia, Ternyata Bukan Saja 1 Januari--

Tahun Baru Jawa 

Tahun Baru Jawa atau masyarakat Jawa umumnya mengenal dengan istilah Suronan. Awalnya, tahun baru ini diperingati sama seperti tahun baru Saka yakni tanggal pertama dalam fase paroterang (suklapaksa) bulan Kadasa atau Caitra. 

Namun, sejak Raja Mataram Islam, Sultan Agung mengadopsi kalender Hijriah untuk sistem penanggalan Jawa pada 8 Juli 1633 atau tepat 1 Muharram 1043 H, Tahun Baru Jawa akhirnya diperingati beriiringan dengan Tahun Baru Islam, dengan perbedaan 1-2 hari. 

BACA JUGA:Waspada 5 Bahaya Resistensi Antibiotik yang Mengancam Jiwa dan Pelajari Cara Melindungi Diri Sekarang Juga!

BACA JUGA: 7 Tips Jitu dan Trik Rahasia Ini Akan Membuat Liburanmu Lebih Menyenangkan

Tahun Baru Jawa dengan nama Suronan. Penamaan 'Suro' berasal dari nama hari dalam kalender Islam yakni Asyura, hari kesepuluh pada bulan Muharram yang disunahkan untuk berpuasa bagi para muslim. Tahun Baru Jawa atau Suronan ini biasa diperingati oleh komunitas Kejawen yang masih melestarikan tradisi, imbuh Andi.

Pebaru Sunda atau Tahun Baru Sunda

Peringatan Tahun Baru Sunda ini, awalnya diperingati seperti Tahun Baru Jawa pra-Sultan Agung, takni di tanggal pertama fase paroterang bulan Kadasa/Caitra seperti Tahun Baru Saka. 

Namun, sejak Sultan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa mengadopsi kalender Sunda untuk sistem penanggalan Sunda pada 8 Oktober 1526 (1 Muharram 933), maka Tahun Baru Sunda awalnya diperingati beriringan dengan Tahun Baru Hijriah, dengan perbedaan 1-2 hari. 

Bulan pertama dalam kalender Sunda, yaitu Kartika, mula-mulanya berasosiasi dengan bulan Muharram. Hal ini disebabkan adanya penghilangan 10 hari pada Oktober 1582, ditambah dengan penambahan 3 hari sejak berlakunya kalender Gregorian hingga zaman ketika Ali Sastramidjaja merunut kalender Sunda pada tahun 1982. 

Tahun Baru Saka 

Tahun Baru Saka diperingati sebagai Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu di Indonesia. Diperingati di hari pertama paroterang bulan Kadasa atau Caitra, yang jatuh sekitar Maret hingga awal April.

Sistem penanggalan yang digunakan adalah lunisolar, sehingga tanggal peringatan tahun baru selalu berbeda-beda setiap tahun. Peringatan Tahun Baru Saka berakar dari peringatan Tahun Baru Candra atau lunar umar Hindu di India.

Tahun Baru Diwali atau Deepawali 

Tahun baru ini diperingati di hari pertama paroterang bulan Kartika, yang jatuh sekitar bulan Oktober hingga awal November. Sistem penanggalan yang digunakan sama dengan Tahun Baru Saka, yakni lunisolar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: