Kasus COVID-19 di Jepang Kembali Naik Drastis, Mengapa?
Kasus COVID-19 di Jepang Kembali Naik Drastis, Mengapa?--
RADARMUKOMUKO.COM- Kasus Covid-19 di Jepang kembali menaik drastis menyusul China yang juga sedang tinggi tingginya.
Pemerintah Jepang mencatat terdapat 177.739 kasus baru dengan kasus harian naik mencapai 19 ribu kasus dibanding sehari sebelumnya pada Sabtu (24/12) lalu, seperti dikutip dai Japan Times.
BACA JUGA:Tingkatkan Pelayanan, Maskapai Garuda Indonesia Diburu Penumpang Liburan Nataru
Pada sehari sebelumnya (23/12) lalu Jepang juga mencatat 371 kematian akibat virus corona.
Jumlah itu merupakan jumlah yang tertinggi sejak awal pandemi covid-19 berlangsung di Jepang.
BACA JUGA:Seleksi Jalur Masuk PTN 2023 Tak Ada Lagi Jalur SNMPTN-SBMPTN
Kasus kematian di Jepang pun kini menjadi sorotan, terutama karena banyak kasus kematian disumbangkan oleh anak-anak.
Lalu, kenapa kasus Covid-19 di Jepang kembali naik mengingat di beberapa negara mulai sembuh dari peredaran covid-19 ?
Ternyata, pada Oktober lalu, Jepang sudah mulai menyudahi sejumlah aturan yang mengatur perbatasan ketat selama ini.
Pelonggaran kembali aturan-aturan tersebut jadi salah satupenyebab lonjakan kasus covid-19 Jepang melonjak
BACA JUGA:Alami Pendarahan Otak, Presenter Indra Bekti Dilarikan ke Rumah Sakit, Begini Kronologinya
Musim dingin yang menerjang Tokyo saat ini juga disinyalir menjadi penyebab kelonjakan kasus covid-19.
Pasalnya, saat gelombang kedelapan terjadi pada November lalu, salah satu wilayah Jepang yakni Pulau Hokkaido mengalami lonjakan parah dengan 850 kasus per 100
ribu orang.
BACA JUGA:Ini Daerah Nominasi 10 Besar Versi LKPP, Mukomuko Termasuk
Ketua dewan penasihat Takaji Wakita mengatakan musim dingin yang terjadi di Hokkaido membuat warga daerah tersebut kesulitan mengupayakan ventilasi yang baik. Akibatnya,
sirkulasi udara jadi tak baik dan warga yang berada di rumah mau tak mau juga ikut terinfeksi.
Artikel Ini Sudah Terbit di cnnindonesia.com dengan Judul “Kenapa Covid-19 di Jepang 'Menggila' Lagi Tembus 177 Ribu Kasus?”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: