Jejak Pengabdian pak Haji - Novialdi - (Bagian-4 habis)

Jejak Pengabdian pak Haji - Novialdi - (Bagian-4 habis)

NOVIALDI DENGAN SEMANGKA HASIL JERIH PAYAHNYA. BENTUK KARYA NYATA--

Kembali ke (Habitat) Awal

H. Novialdi, SP lahir di Kabupaten Batu Sangkar, Provinsi Sumatera Barat, 60 tahun silam. Mengawali karier sebagai penyuluh pada tahun 1984 di Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu. 22 tahun menjadi penyuluh, pak Haji -Sapaan akrab Novialdil- keluar dari habitatnya. Tahun 2006 pindah menjadi pegawai struktural di Kantor Camat Teramang Jaya. Diawali dengan menjadi staf, berakhir sebagai Sekcam. 2 tahun menjadi Sekcam, Novialdil di-nonjob-kan. Kembali menjadi staf. Tahun 2018, Novialdil Kembali (ke habitat) menjadi penyuluh. Di Balai Penyuluhan Pertanian -BPP- Teramang Jaya. 

Sahad Abdullah - Teramang Jaya 

"Dimulai dari nol ya pak/bu" kalimat tersebut sering disampaikan petugas SPBU saat akan mengisi BBM. Kalimat yang sama juga berlaku bagi pasangan Novialdi dan Purnawati, saat mulai membangun rumah tangga. Mereka mulai dari nol. Sebagai keluarga perantau, Novialdi dan Purnawati, sama-sama jauh dari keluarga. Meskipun masing-masing sudah memiliki gaji bulanan, kadang uang di tangan sudah habis, gaji belum diterima (lagi). Jika demikian, maka tetangga atau teman dijadikan solusi. Ngutang. Seiring berjalannya waktu, ekonomi pasangan ini terus membaik. Sebagian dari penghasilan disisihkan. Ditabung. Hasil tabungan digunakan untuk membeli sebidang tanah di Desa Pondok Baru. Kemudian dibangun rumah yang dijadikan tempat tinggal hingga sekarang. Atas kerja keras yang dilakukan, mampu membeli kebun di beberapa lokasi. Anak pertama sudah menjadi dokter. Anak kedua menyelesaikan pendidikan sarjana teknik, dan anak ketiga lulus SLTA. Tahun 2018, Novialdi menunaikan rukun islam kelima, ibadah haji. Sejak saat itu, panggilan "Pak Haji" melekat kepadanya. 

BACA JUGA:Jejak Pengabdian Pak Haji - Novialdi - (Bagian-1)

Kembali ke pekerjaan. Satu tahun setelah non job dari jabatan Sekcam, pak Haji, merasa tidak nyaman dalam suasana kerja di kantor camat. Pada 2018 mengusulkan pindah ke BPP Teramang Jaya. 

"Tahun 2006 saya masuk kantor camat sebagian staf. Suasana kerjanya beda ketika saya jadi staf tahun 2017. Saya minta pindah ke BPP, kembali menjadi penyuluh," cerita pak Haji. 

Menjadi penyuluh di BPP Teramang Jaya, salah satu desa binaan Novialdi, adalah Desa Teramang Jaya. Totalitas dalam bekerja, selalu ditunjukkan dan dilakukan. Dalam melakukan pembinaan terhadap petani, Novialdi tidak banyak memberikan teori. Tapi bukti. Sebagaimana para petani, Novialdi juga turun ke lapangan untuk menanam berbagai jenis tanaman holtikultura. Cabai, jagung, semangka dan sebagainya. Hal tersebut dilakukan selama 4 tahun terakhir. Hingga memasuki masa purna bhakti pada 1 November 2022.

"Petani akan tertarik melakukan sesuatu setelah melihat ada yang berhasil. Dalam hal memberi penyuluhan, saya melakukan dengan memberikan bukti. Saya pernah panen semangka sekitar 30 ton," kata pak Haji. 

BACA JUGA:Jejak Pengabdian Pak Haji - Novialdi - (Bagian-2)

60 tahun bukan usia yang muda. Bagi Novialdi, usia tidak dijadikan alasan untuk tidak bekerja. Setelah pensiun, Novialdi membuka lahan baru untuk dijadikan kebun sawit. Lokasinya di Desa Sido Makmur, Kecamatan Teramang Jaya. Sambil menunggu proses perkembangan sawit, lahan ditanami palawija. Selain untuk mengisi waktu, membuka lahan baru juga persiapan masa depan anak. Bagi Novialdi, anak bukan sekedar amanah dari Allah SWT. Tapi juga generasi yang akan meneruskan jejak (Pengabdian) orang tua.

BACA JUGA:Jejak Pengabdian pak Haji - Novialdi - (Bagian-3)

39 tahun Novialdi mencurahkan waktu, tenaga, pikiran bahkan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi dan mengisi kemerdekaan. Akhirnya Tiba Jua di Pemberhentian (pensiun).(***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: