Hasil Uji Kompetensi JPT, Setengah Pejabat Mukomuko Lemah Dibidang Ini

Hasil Uji Kompetensi JPT, Setengah Pejabat Mukomuko Lemah Dibidang Ini

--

MUKOMUKO, RADARMUKOMUKO.COM – Pelaksanaan uji kompetensi atau job fit Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di aula Bappelitbangda Mukomuko, Sabtu dan Minggu, 11 – 12 Desember 2022, diikuti 22 orang pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Mukomuko.  

Hasilnya, setengah dari peserta masih dikategorikan lemah dan belum memahami sistem perencanaan dan penganggaran kegiatan.      

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mukomuko, Wawan Santoni, S.Hut., M.Si, Senin, 12 Desember 2022.

Bahkan, kata Wawan, ada diantara peserta yang sempat mengeluarkan keringat dingin karena kurang menguasai materi. 

‘’Hasil job fit, Pansel menyimpulkan bahwa setengah dari peserta masih kurang memahami dari sisi perencanaan dan penganggaran. Juga disarankan untuk mengikuti Bimtek,’’ ungkap Wawan. 

Sejumlah pejabat yang mengikuti job fit, 16 orang merupakan pejabat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 3 Asisten Setdakab dan 3 Staf Ahli Bupati Mukomuko.

‘’Peserta job fit, pejabat yang sudah menduduki jabatan eselon dua minimal satu tahun. Mulai dari kepala dinas, asisten dan staf ahli,’’ imbuhnya. 

Uji kompetensi atau job fit ini, melibatkan 5 orang tim Pansel,  3 dari akademisi UNIB, 1 dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dan 1 dari Pemkab Mukomuko. Dalam pelaksanaannya, masing-masing peserta diminta untuk membuat Curriculum Vitae (CV). Kemudian, masing-masing peserta diuji melalui tes wawancara. Selain itu, peserta juga mengisi portopolio terkait dengan bidang pekerjaan masing-masing.

‘’Banyak hal yang dinilai, termasuk mengenai serapan anggaran dan penilaian MCV masing-masing dinas,’’ paparnya. 

Dijelaskan Wawan, hasil job fit bagian dari masukan dan saran bagi kepala daerah dalam mengukur kinerja pejabat di jajarannya. Termasuk sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan rotasi maupun mutasi jabatan. 

‘’Hasil job fit, sebenarnya sebagai masukan saran dari pansel ke bupati untuk perbaikan kedepannya apabila terjadi mutasi dan rotasi,’’ demikian Wawan. (nek) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: