Tauke Sawit Wajib Nyumbang Material

Tauke Sawit Wajib Nyumbang Material

--

Perbaikan Jalan Suka Maju – Sendang Mulyo

RADARMUKOMUKO.COM – Perbaikan jalan penghubung Suka Maju dengan Sendang Mulyo, menjadi prioritas pemerintah desa Sendang Mulyo. Segala daya dan upaya dilakukan dan melibatkan pihak-pihak terkait. Mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, warga, dan juga para tauke sawit. Masing-masing pihak mengambil peran sesuai dengan bidangnya. Pemerintah daerah, membantu sejumlah dana sewa alat berat untuk membersihkan material. Pemerintah desa mencurahkan segenap tenaga dan pikiran supaya pekerjaan selesai. Warga melakukan Gotong-royong mengerjakan apa yang bisa dikerjakan demi memperbaiki jalan. Para tauke sawit yang selama ini membeli sawit di Sendang Mulyo, juga diminta sumbangsinya. Para tauke diminta menyumbang koral untuk menimbun jalan di lokasi longsor.

‘’Untuk motor sudah bisa lewat, meskipun susah. Untuk mobil belum bisa karena lokasi masih basah dan berlumpur,’’ ungkap Noor Ali, Kades Sendang Mulyo.

Noor Ali juga mengatakan, selama jalan penghubung Suka Maju dengan Sendang Mulyo putus, sawit dari Sendang Mulyo dibawa melalui Sido Mulyo dan Bukit Makmur. Lambat laun, jalan di dua desa tersebut mulai rusak. Kerusakan disebabkan curah hujan yang tinggi, serta meningkatnya lalulintas pengangkut sawit. Kondisi tersebut menimbulkan masalah baru. Disampaikan Noor Ali, tidak ada pilihan lain kecuali memperbaiki jalan yang longsor. 

‘’Warga gotong-royong mengisi karung dengan tanah, kemudian digunakan untuk memperbaiki jalan yang terbawa longsor. Baru selesai dikerjakan, karung-karung itu longsor karena curah hujan yang tinggi,’’ tambah Noor Ali.

Kades Lubuk Mukti, Warsito Adi, mengatakan, dirinya memiliki kebun sawit di Sendang Mulyo. Akibat jalan rusak, biaya langsir sawit meningkat drastis. Biasanya hanya Rp 250 hingga Rp 300 per kilogram. Belakangan naik menjadi Rp 500 per kilogram. Terkait hal tersebut, Warsi mengaku tidak bisa berbuat banyak. Meskipun merasa berat, namun tidak ada pilihan lain kecuali menerima kondisi yang ada.

‘’Saya baru saja totalan dengan tauke sawit. Potongannya Rp 500 per kilogram,’’ demikian Warsi.(dul)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: