Lanjutkan Perjuangan, Sulianto Kembali Pimpin SMA Muhammadiyah Penarik

Lanjutkan Perjuangan, Sulianto Kembali Pimpin SMA Muhammadiyah Penarik

--

Sulianto Saputra, S.Pd., Gr., kembali pimpin Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Penarik, Kabupaten Mukomuko. Kepemimpinan sebagai kepala sekolah untuk periode kedua ini mulai dari 2026 sampai 2030.

 

Dalam sambutannya usai pelantikan, Sulianto Saputra menyampaikan bahwa amanah untuk kembali memimpin SMA Muhammadiyah Penarik bukan sekadar sebuah kebanggaan, melainkan tanggung jawab yang semakin besar. Menurutnya, kepemimpinan pada periode kedua harus menjadi kesempatan untuk melanjutkan berbagai pekerjaan yang telah dirintis pada periode sebelumnya.

Sulianto menjelaskan, pada periode pertama pihaknya menghadapi berbagai pekerjaan mendasar yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Sekolah tidak langsung berorientasi pada bagaimana menjadi besar, tetapi berupaya memastikan fondasi kelembagaan dapat berdiri dengan kuat.

Salah satu fokus utama pada periode pertama adalah pembenahan dan penyelesaian legalitas sekolah. Penataan administrasi dan berbagai aspek legalitas dinilai penting sebagai fondasi bagi sekolah untuk tumbuh dan berkembang secara tertib serta berkelanjutan.

Selain legalitas, penataan dan penyelamatan aset sekolah juga menjadi perhatian. Sulianto menegaskan bahwa aset sekolah bukan sekadar benda maupun bangunan, tetapi merupakan amanah umat dan Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, pendataan, penataan, pengamanan, dan pemanfaatan aset terus diupayakan agar dapat dipertanggungjawabkan dan mendukung kemajuan pendidikan.

Pembenahan ruang belajar dan lingkungan sekolah turut dilakukan. Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan ruang pendidikan yang lebih nyaman dan layak bagi peserta didik. Meskipun masih terdapat keterbatasan fasilitas, Sulianto menekankan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi.

“Sekolah yang sederhana tidak boleh memiliki cita-cita yang sederhana. Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti berinovasi,”katanya.

Di bidang peserta didik, peningkatan jumlah siswa juga menjadi bagian dari perhatian sekolah. Sulianto menyebut keberadaan sekolah sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Karena itu, peningkatan pelayanan, pembenahan program, penguatan citra sekolah, serta berbagai inovasi terus dilakukan untuk membangun kembali dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap SMA Muhammadiyah Penarik.

Menurutnya, jumlah siswa tidak semata-mata menjadi angka dalam laporan sekolah. Setiap peserta didik merupakan amanah sekaligus generasi masa depan yang harus mendapatkan pendidikan dan pembinaan secara optimal.

Memasuki periode kedua, Sulianto menegaskan bahwa sekolah tidak hanya akan mempertahankan capaian yang telah ada. Ia mengusung semangat untuk membawa SMA Muhammadiyah Penarik “naik kelas”, dengan menjadikan periode kedua sebagai momentum mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan prestasi sekolah.

Ia menargetkan SMA Muhammadiyah Penarik semakin tertib dalam administrasi, semakin kuat secara kelembagaan, memiliki fasilitas yang semakin baik, jumlah peserta didik yang meningkat, tenaga pendidik yang semakin berkualitas, serta memperoleh kepercayaan yang lebih luas dari masyarakat.

Tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah siswa, sekolah juga diarahkan untuk menghasilkan generasi yang memiliki karakter, berprestasi, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mempunyai keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi masa depan.

Sulianto juga menyampaikan bahwa keterbatasan kondisi sekolah maupun lokasi tidak boleh membatasi cita-cita. “Sekolah kecil bukan berarti sekolah yang kecil cita-citanya,” ujarnya. Ia berharap SMA Muhammadiyah Penarik dapat menjadi sekolah yang besar dalam gagasan, karakter, prestasi, dan kontribusinya bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Sulianto turut menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Muhammadiyah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua, alumni, peserta didik, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan SMA Muhammadiyah Penarik selama periode pertama.

Ia menegaskan bahwa berbagai capaian yang telah diraih bukan merupakan keberhasilan pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar sekolah dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Untuk periode kedua, Sulianto mengajak seluruh pihak untuk kembali menyatukan langkah dalam memperkuat Muhammadiyah melalui pendidikan. Ia ingin SMA Muhammadiyah Penarik tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang cerdas, berakhlak, mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Yang belum selesai pada periode pertama akan kita selesaikan. Yang sudah baik akan kita tingkatkan. Yang belum ada akan kita perjuangkan, dan apa yang selama ini dianggap sulit akan kita cari jalan keluarnya bersama,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Sulianto memohon dukungan, doa, kritik, dan saran dari seluruh keluarga besar Muhammadiyah serta warga SMA Muhammadiyah Penarik. Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah, kepemimpinan adalah pelayanan, sementara kemajuan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan semangat tersebut, periode kedua kepemimpinan Sulianto Saputra diharapkan menjadi kelanjutan dari proses pembenahan yang telah dilakukan sekaligus membuka ruang bagi pengembangan SMA Muhammadiyah Penarik menuju sekolah yang semakin maju, dipercaya masyarakat, dan mampu melahirkan generasi unggul.

“Periode pertama kita membangun fondasi. Periode kedua kita wujudkan lompatan.”demikan Sulianto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: