DPRD MUKOMUKO, HUT 23 MUKOMUKO

Lidah Kucing: Kue Kering Tipis Renyah yang Cocok untuk Cemilan Sehari-hari

Lidah Kucing: Kue Kering Tipis Renyah yang Cocok untuk Cemilan Sehari-hari

Lidah Kucing: Kue Kering Tipis Renyah yang Cocok untuk Cemilan Sehari-hari--

RADARMUKOMUKO.COM -  Lidah kucing adalah salah satu jenis kue kering klasik Indonesia yang sangat populer sebagai cemilan sehari-hari. Nama unik ini berasal dari bentuknya yang panjang, tipis, dan sedikit melengkung, menyerupai lidah hewan peliharaan yang sama. Dengan tekstur yang renyah dan rasa yang tidak terlalu manis, kue ini menjadi pilihan favorit bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

 

Sejarah dan Asal Usul

 

Meskipun tidak dapat dipastikan secara pasti kapan lidah kucing pertama kali dibuat, kue ini dipercaya berasal dari pengaruh kuliner Eropa, khususnya Belanda, yang kemudian disesuaikan dengan selera dan bahan lokal Indonesia. Pada masa kolonial, banyak kue kering Eropa diperkenalkan dan kemudian dimodifikasi menjadi hidangan khas nusantara. Lidah kucing sendiri menjadi salah satu hasil adaptasi tersebut, dan kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kue kering Indonesia, terutama saat perayaan hari raya seperti Idul Fitri atau Natal.

 

Bahan dan Cara Pembuatan

 

Bahan dasar lidah kucing cukup sederhana dan mudah ditemukan di pasar atau toko bahan makanan. Komponen utama meliputi tepung terigu protein rendah, mentega atau margarin, gula halus, telur ayam, serta sedikit garam untuk memberikan keseimbangan rasa. Beberapa resep juga menambahkan vanili atau ekstrak pandan untuk memberikan aroma yang khas.

 

Proses pembuatan dimulai dengan mengocok mentega dan gula hingga lembut dan mengembang. Selanjutnya, telur ditambahkan satu per satu sambil terus dikocok hingga tercampur rata. Setelah itu, tepung terigu yang telah diayak bersama garam dan perasa ditambahkan secara bertahap dan diaduk dengan lembut hingga membentuk adonan yang kalis. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam kantong piping dengan nosel berbentuk panjang dan pipih, lalu dituangkan secara bergantian pada loyang yang telah dialasi kertas roti dengan bentuk yang merata dan tidak terlalu tebal. Kue kemudian dipanggang dalam oven pada suhu sekitar 160-180 derajat Celsius selama 15-20 menit hingga permukaannya berwarna keemasan dan terasa renyah saat disentuh.

 

Karakteristik dan Keunggulan

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: