DPRD MUKOMUKO, HUT 23 MUKOMUKO

Alasan Lagu-Lagu Lama Tetap Eksis Hingga Sekarang

Alasan Lagu-Lagu Lama Tetap Eksis Hingga Sekarang

Alasan Lagu-Lagu Lama Tetap Eksis Hingga Sekarang--

RADARMUKOMUKO.COM -  Di tengah derasnya arus musik baru yang setiap hari membanjiri berbagai platform digital, lagu-lagu lama justru terus menemukan ruangnya sendiri di hati para pendengar. 

Melodi yang lahir puluhan tahun lalu masih kerap diputar di radio, dinyanyikan kembali di panggung pertunjukan, bahkan viral di media sosial. 

Keberadaan lagu-lagu tersebut seolah menembus batas waktu, menghadirkan nostalgia sekaligus menunjukkan bahwa karya musik yang kuat tidak mudah pudar oleh zaman.

Fenomena ini terlihat jelas di berbagai kota di Indonesia, dari Jakarta hingga kota-kota kecil di daerah. Di sebuah kafe sederhana di Yogyakarta, misalnya, alunan lagu lawas dari era 1980-an hingga 1990-an sering menjadi pengiring suasana malam. 

Para pengunjung dari berbagai usia tampak ikut bersenandung ketika lagu-lagu tersebut diputar. Sebagian dari mereka bahkan belum lahir ketika lagu itu pertama kali dirilis, namun tetap merasa dekat dengan iramanya.

 

Menurut pengamat musik dari Institut Kesenian Jakarta, Bens Leo, daya tahan lagu lama tidak terlepas dari kekuatan komposisi dan liriknya. Ia menjelaskan bahwa banyak lagu pada masa lalu diciptakan dengan proses yang lebih panjang dan matang.

 “Musik dulu sering digarap dengan perhatian besar pada melodi, harmoni, dan makna lirik. Itulah yang membuatnya tetap relevan hingga sekarang,” ujarnya dalam sebuah diskusi musik di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bens menambahkan bahwa lagu-lagu lama umumnya memiliki cerita yang kuat dan dekat dengan pengalaman manusia. Tema tentang cinta, kehidupan, kehilangan, hingga harapan disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh. Ketika pendengar menemukan pengalaman pribadi mereka tercermin dalam lirik sebuah lagu, ikatan emosional pun terbentuk.

Ikatan emosional inilah yang membuat lagu lama tidak mudah tergantikan. Banyak orang yang pertama kali mendengar lagu tertentu saat berada pada momen penting dalam hidup mereka masa remaja, pertemuan dengan seseorang yang dicintai, atau kenangan bersama keluarga. Ketika lagu itu diputar kembali bertahun-tahun kemudian, memori tersebut ikut hadir bersama alunan nada.

Hal serupa disampaikan oleh psikolog musik dari Universitas Indonesia, Dr. Rika Damayanti. Ia menjelaskan bahwa musik memiliki kemampuan unik untuk memicu ingatan emosional. “Lagu dapat menjadi semacam kapsul waktu. Ketika seseorang mendengarnya kembali, otak langsung menghubungkannya dengan peristiwa tertentu di masa lalu,” katanya.

Selain faktor emosional, perkembangan teknologi juga turut berperan dalam menjaga keberadaan lagu-lagu lama. Platform digital seperti YouTube, Spotify, dan berbagai layanan streaming lainnya membuka kembali akses terhadap ribuan lagu dari berbagai era. 

Lagu yang dulu hanya bisa didengar melalui kaset atau piringan hitam kini dapat dinikmati kapan saja oleh siapa pun di seluruh dunia.

Fenomena ini bahkan memunculkan tren baru di kalangan generasi muda. Banyak kreator konten di media sosial menggunakan lagu-lagu lawas sebagai latar video mereka. Beberapa di antaranya kemudian viral dan kembali populer setelah puluhan tahun berlalu sejak pertama kali dirilis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: